Perdagangan saham Asia diperkirakan dibuka dengan tekanan pada Rabu setelah reli yang berlangsung selama tiga sesi berturut-turut mulai kehilangan tenaga. Sentimen pasar berubah menyusul koreksi di Wall Street, terutama akibat aksi jual pada saham-saham teknologi yang sebelumnya memimpin penguatan.

Kontrak berjangka indeks utama di Jepang, Korea Selatan, dan Australia mengindikasikan pembukaan yang lebih rendah. Sementara itu, kontrak untuk pasar Hong Kong masih menunjukkan kenaikan terbatas.

Di Amerika Serikat, tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor setelah investor melakukan aksi ambil untung usai kenaikan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menyeret indeks S&P 500 ke wilayah negatif, sedangkan Nasdaq 100 turun hampir 2 persen.

Di tengah pelemahan sektor teknologi, saham SpaceX justru melanjutkan penguatan pasca-penawaran saham perdana. Nilai perusahaan melonjak hampir 50 persen dan menempatkannya di posisi kelima perusahaan terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, melampaui Amazon.com Inc.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak relatif stabil pada perdagangan pagi. Stabilisasi ini terjadi setelah harga sempat merosot sekitar 6 persen pada sesi sebelumnya hingga mendekati level US$76 per barel.

Pelaku pasar juga memantau perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan menandatangani kesepakatan damai sementara pada akhir pekan. Meski demikian, rincian perjanjian tersebut masih terus dikaji karena dinilai dapat memengaruhi arus perdagangan energi dan aktivitas pelayaran di kawasan Teluk.

>>> 5 Timnas Debutan yang Bikin Kejutan di Piala Dunia

Penurunan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir ikut meredakan kekhawatiran mengenai tekanan inflasi dari sektor energi. Dengan risiko tersebut mulai berkurang, perhatian investor kembali tertuju pada arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.