Kredit multiguna nasional mencatatkan pertumbuhan 8,5 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1.397,8 triliun per April 2026.

Peningkatan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat dan konsumsi rumah tangga.

>>> 4 Pemain Debutan yang Langsung Bersinar di Piala Dunia 2026

Data Bank Indonesia menunjukkan capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 yang sebesar 8,3 persen dengan nilai Rp1.391,5 triliun.

Tren positif ini terus merangkak naik setelah akhir tahun 2025 hanya mencatatkan pertumbuhan 7,7 persen.

Faktor Pendorong dan Proyeksi ke Depan

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, mengonfirmasi bahwa kenaikan segmen kredit konsumtif ini disokong oleh perbaikan kebutuhan finansial masyarakat serta stabilitas ekspektasi suku bunga.

"Peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk pendidikan, renovasi rumah, dan kebutuhan pribadi lainnya menjadi salah satu faktor pendorong.

Selain itu, bank juga banyak fokus pada segmen payroll, ASN, pensiunan, dan karyawan berpenghasilan tetap yang memiliki profil risiko lebih terjaga," ujar Trioksa.

Meskipun demikian, Trioksa memproyeksikan laju ekspansi pembiayaan ini masih akan berjalan moderat akibat tekanan biaya hidup masyarakat dan suku bunga yang masih relatif tinggi.

"Pertumbuhan masih berpotensi positif, tetapi kemungkinan tidak akan mengalami akselerasi yang sangat kuat," katanya.

LPPI menyarankan agar perbankan mengoptimalkan basis nasabah eksisting melalui ekosistem payroll serta memperkuat digitalisasi proses pengajuan pinjaman untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Di sisi lain, Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa laju penyaluran pembiayaan serupa di institusinya masih cenderung stagnan.

"Di kami relatif masih flat. Belum terlihat kenaikan yang signifikan," ujarnya.

>>> Kevin Warsh Berpeluang Hapus Dot Plot pada Rapat Perdana The Fed