Pihak CIMB Niaga memperkirakan pertumbuhan portofolio kredit multiguna mereka hingga penghujung tahun akan berada di bawah level 5 persen.

Kondisi serupa terjadi di KB Bank. Direktur Utama Kunardy Darma Lie menyebutkan kontribusi pembiayaan multiguna terhadap portofolio keseluruhan perseroan masih dalam skala terbatas.

"Kredit multiguna tetap kami salurkan secara selektif berdasarkan kebutuhan nasabah dan profil risiko yang sesuai dengan kebijakan bank," ujarnya.

Saat ini, KB Bank lebih memilih memprioritaskan pengembangan lini pembiayaan lain yang menjadi fokus strategis perusahaan.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan permintaan yang stabil melalui produk Personal Loan untuk pembiayaan pendidikan, renovasi, pernikahan, kesehatan, hingga wisata.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan bahwa perluasan basis nasabah menjadi pendorong utama pertumbuhan produk tersebut.

Total pinjaman konsumer BCA tumbuh 6,8 persen secara tahunan menjadi Rp25,1 triliun per Maret 2026.

"Mayoritas personal loan digunakan untuk berbagai kebutuhan nasabah.

Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta memperkuat credit scoring dan monitoring untuk menjaga kualitas kredit," ujar Hera.

>>> Sudinhub Jakarta Utara Tertibkan Ratusan Kendaraan Parkir Liar

Manajemen BCA juga memastikan mitigasi risiko berjalan optimal sehingga rasio kredit bermasalah atau NPL pada segmen personal loan tetap berada pada level yang aman.