Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Indeks merosot 34,22 poin atau 0,55 persen ke level 6.220,74.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 409 saham melemah, 306 saham menguat, dan 244 saham stagnan.

>>> Alexandra Eala Hadapi Donna Vekic pada Babak Pertama Berlin Open

Nilai transaksi mencapai Rp 24,67 triliun dengan volume 31,47 miliar saham dan frekuensi 2,36 juta kali.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.779 triliun. Mayoritas sektor saham bergerak di zona merah, dengan sektor perindustrian memimpin penurunan sebesar 2,52 persen.

Sektor transportasi menyusut 2,37 persen dan sektor energi turun 1,99 persen.

Sementara itu, sektor kesehatan naik 0,58 persen, infrastruktur 0,42 persen, dan barang konsumen non-siklikal tumbuh 0,36 persen.

Pergerakan Saham LQ45

Di antara saham LQ45, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memimpin penguatan dengan lonjakan 8,13 persen.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 3,69 persen, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menguat 3,43 persen.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 3,01 persen, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) meningkat 2,89 persen.

>>> Fabio Cannavaro Soroti Investasi Akademi Uzbekistan Jelang Debut Piala Dunia

Di sisi lain, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 6,71 persen, menjadi top losers.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,80 persen, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi 3,61 persen, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah 3,53 persen, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 3,24 persen.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi, mencapai Rp 2,99 triliun.