Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.

Pada penutupan Rabu sore, rupiah merosot 39 poin ke posisi Rp 17.764 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di level Rp 17.725.

>>> De Margo Ristorante Italiano Gelar Nobar Bola Dunia 2026

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah dalam rentang Rp 17.760 hingga Rp 17.800.

Sentimen Eksternal dan Internal

Pelemahan rupiah dipicu oleh optimisme kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, yang memperkuat dolar AS.

Pasar juga menanti pengumuman kebijakan pertama Federal Reserve di bawah Ketua Kevin Warsh, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.

>>> Google Rilis Android 17 dengan Fitur Lipat, Gelembung Aplikasi, dan Lainnya

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 menjadi perhatian.

Pekan lalu, BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

>>> Tekiro dan ITS Gelar Servis Gratis serta Pelatihan Otomotif untuk Mahasiswa

Langkah agresif BI tersebut bertujuan memitigasi tekanan dari mata uang asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.