Bank Indonesia mencatat outstanding kredit multiguna per April 2026 mencapai Rp1.397,8 triliun. Angka ini tumbuh 8,5 persen secara tahunan (YoY) seiring membaiknya konsumsi rumah tangga.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perbaikan setelah sempat melambat.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Mandatori Biodiesel B50 Tidak Ganggu Stok Minyak Goreng

Posisi April 2026 lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 yang tumbuh 8,3 persen dengan outstanding Rp1.391,5 triliun.

Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan untuk berbagai keperluan. Stabilitas ekspektasi suku bunga juga turut meningkatkan kepercayaan konsumen.

Faktor Pendorong dan Proyeksi

Senior Vice President LPPI, Trioksa Siahaan menilai peningkatan kebutuhan dana untuk pendidikan dan renovasi rumah menjadi faktor pendorong utama.

Perbankan juga fokus pada segmen karyawan berpenghasilan tetap.

Meskipun tren positif, ekspansi pembiayaan diproyeksikan masih berlangsung moderat hingga akhir tahun. Hal ini akibat tekanan biaya hidup masyarakat yang relatif tinggi.

>>> GOTO Alokasikan Rp3,5 Triliun dari Kas Internal untuk Buyback Saham

LPPI menyarankan perbankan untuk mengoptimalkan basis nasabah eksisting, memperkuat digitalisasi proses kredit, serta menawarkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel.

Respons Beragam dari Perbankan

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan mengungkapkan penyaluran kredit multiguna di institusinya masih relatif flat. Diproyeksikan pertumbuhannya di bawah 5 persen hingga akhir tahun.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie menjelaskan kontribusi pembiayaan multiguna terhadap total portofolio kredit masih terbatas.

KB Bank memilih fokus pada segmen pembiayaan lain yang menjadi prioritas strategis.

Sementara itu, BCA mencatatkan permintaan yang tetap terjaga melalui produk Personal Loan. Outstanding pinjaman konsumer BCA tumbuh 6,8 persen YoY menjadi Rp25,1 triliun per Maret 2026.

>>> Uzbekistan Debut di Piala Dunia 2026, Hadapi Kolombia di Laga Pembuka Grup K

BCA mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta memperkuat credit scoring dan monitoring. Rasio kredit bermasalah pada segmen personal loan tetap rendah dan terkendali.