IHSG Diprediksi Variatif, Investor Tunggu Keputusan The Fed dan BI
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan cenderung bervariasi atau mixed pada perdagangan Kamis (18/6/2026).
Sikap wait and see investor dipicu oleh sejumlah agenda penting, seperti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
>>> Tanggapi Kritik Publik, Wapres Gibran Janji Benahi MBG dan KDMP
Equity Research Analyst Phintrates Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan IHSG bergerak mixed di tengah menantikan hasil pertemuan The Fed, RDG BI, MSCI Global Market Accessibility Review, rebalancing indeks FTSE, serta MSCI Annual Market Classification Review.
Konsensus pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,5 persen hingga 3,75 persen.
Sementara itu, Bank Indonesia diproyeksikan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Pelemahan nilai tukar rupiah turut terjadi di pasar spot, yaitu sebesar 0,21 persen ke level Rp17.762 per dolar Amerika Serikat.
Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar
Secara teknikal, indikator MACD memperlihatkan pelebaran histogram positif, namun Stochastic RSI telah membentuk pola death cross di area jenuh beli (overbought).
>>> Aplikasi Antivirus Berevolusi Jadi Pelindung Perangkat Berbasis Perilaku
Alrich menjelaskan MACD berlanjut membentuk pelebaran histogram positif, namun Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought.
Berdasarkan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 6.100 hingga 6.400.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan fokus utama pelaku pasar tetap pada hasil FOMC The Fed dan RDG BI.
Faktor eksternal seperti perkembangan dialog perdamaian AS-Iran turut memengaruhi sentimen, karena berpotensi membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz dan menekan harga minyak mentah di bawah US$80 per barel.
>>> ShopeePay Perluas Fitur Finansial dan Perkuat Keamanan Dompet Digital
Untuk perdagangan Kamis, support IHSG berada di level 6.178 dan 6.058, sementara resistance di level 6.287 dan 6.516.
Update Terbaru
BCA Digital dan Prodia Integrasikan Fitur Keuangan di Aplikasi Kesehatan
Rabu / 17-06-2026, 19:40 WIB
Empat Emiten BEI Siapkan Aksi Private Placement, PANI Paling Kredibel
Rabu / 17-06-2026, 19:40 WIB
BCA Digital dan Prodia Integrasikan Layanan Perbankan di Aplikasi Kesehatan
Rabu / 17-06-2026, 19:39 WIB
Artotel Group dan Perisai Psikologi Luncurkan Wisata Mental Mindhavana
Rabu / 17-06-2026, 19:37 WIB
Sutradara Teach You a Lesson Buka Suara soal Season 2
Rabu / 17-06-2026, 19:37 WIB
Hasil Seleksi Jalur Mandiri PNJ 2026 Resmi Diumumkan
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Pakar IPB: Rayap Juga Incar Dokumen dan Pakaian, Bukan Hanya Kayu
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Tranexamic Acid: Bahan Aktif untuk Mencerahkan Kulit dan Memudarkan Noda Hitam
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Prabowo Subianto Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Sucor Asset Management Catat Pertumbuhan Dana Kelolaan Rp 47,22 Triliun pada Kuartal I 2026
Rabu / 17-06-2026, 19:36 WIB
Penemuan pada Gigi Hiu Ini Bisa Jadi Pertanda Buruk bagi Lautan
Rabu / 17-06-2026, 19:35 WIB
Jaime Alguersuari Prediksi Marc Marquez Pensiun dari MotoGP Tahun Depan
Rabu / 17-06-2026, 19:34 WIB
Laba Bersih ANTM Melonjak 61,9 Persen pada Kuartal I-2026
Rabu / 17-06-2026, 19:34 WIB
Enam Tunggal Indonesia Berlaga di Babak 32 Besar Macau Open 2026
Rabu / 17-06-2026, 19:33 WIB






