Sucor Asset Management Catat Pertumbuhan Dana Kelolaan Rp 47,22 Triliun pada Kuartal I 2026
PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) mencatat pertumbuhan positif pada dana kelolaan dan jumlah investor sepanjang kuartal pertama 2026.
Total Asset Under Management (AUM) perusahaan mencapai Rp 47,22 triliun hingga akhir Maret 2026.
>>> Penemuan pada Gigi Hiu Ini Bisa Jadi Pertanda Buruk bagi Lautan
Basis investor aktif Sucor AM juga meningkat, kini menembus lebih dari 900 ribu investor.
Capaian ini menempatkan Sucor AM sebagai salah satu manajer investasi dengan jaringan investor ritel terbesar di Indonesia.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Direktur Investasi Sucor AM Dimas Yusuf menyebutkan sejumlah faktor utama yang mendorong ekspansi bisnis perusahaan.
"Peningkatan literasi keuangan, program investasi rutin, dan ekspansi jaringan distribusi menjadi pendorong utama pertumbuhan AUM dan investor pada kuartal I-2026," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).
Dari sisi produk, reksa dana pasar uang menjadi salah satu pemacu utama kinerja positif perusahaan.
Produk ini tetap diminati investor yang bersikap wait and see karena volatilitas dan profil risikonya yang rendah.
>>> Jaime Alguersuari Prediksi Marc Marquez Pensiun dari MotoGP Tahun Depan
Selain stabilitas, reksa dana pasar uang dinilai mampu menjaga likuiditas aset secara optimal.
Dimas menambahkan, produk Sucorinvest Money Market Fund (SMMF) mencatatkan kinerja 4,78% year-on-year (YoY) dan Sucorinvest Sharia Money Market Fund (SSMMF) mencatatkan kinerja 4,47% YoY per 8 Juni 2026.
Tingginya minat terhadap SSMMF sempat membuat produk ini sold out, sehingga perusahaan melakukan penambahan unit penyertaan.
Ke depan, manajemen Sucor AM berkomitmen memperkuat manajemen risiko dan strategi investasi untuk menjaga portofolio serta kepercayaan investor.
Langkah mitigasi akan dilakukan melalui analisis mendalam terhadap pergerakan suku bunga acuan, sentimen kebijakan, dan rilis data ekonomi.
Pengelolaan reksa dana saham akan difokuskan pada emiten dengan valuasi menarik dan fundamental kuat.
>>> Laba Bersih ANTM Melonjak 61,9 Persen pada Kuartal I-2026
Sementara untuk reksa dana pendapatan tetap dan sukuk, perusahaan menerapkan pengelolaan aktif melalui kombinasi strategi manajemen durasi dan analisis kualitas kredit.
Update Terbaru
OJK Targetkan Porsi Pembiayaan Produktif Fintech Lending Capai 50 Persen
Rabu / 17-06-2026, 20:52 WIB
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Jelang Evaluasi MSCI Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
IHSG Berpotensi Menguat ke Level 7.200 pada Akhir 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
AAUI Buka Peluang Revisi Target Pertumbuhan Premi Asuransi Umum
Rabu / 17-06-2026, 20:50 WIB
Tesla Kuasai Lebih dari Setengah Pasar EV AS, Saingan Banyak yang Tumbang
Rabu / 17-06-2026, 20:48 WIB
Cara Membuat SIM Digital Lewat HP di Aplikasi Digital Korlantas
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Meta Batasi Birokrasi dan Tambah Anggaran demi Dongkrak Semangat Karyawan
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Saham Merdeka Battery Materials Menguat Usai Umumkan Buyback Rp1,46 Triliun
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Bocoran Galaxy Z Fold 8: Harga Lebih Mahal dari Z Fold 7
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Modifikasi Genetik Muncul Tanpa Jejak Orang Tua, Ilmuwan Bingung
Rabu / 17-06-2026, 20:44 WIB
Kementerian ESDM Terapkan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:39 WIB
Enam Daerah Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:39 WIB
Toyota Beri Garansi Baterai Veloz Hybrid hingga 8 Tahun
Rabu / 17-06-2026, 20:37 WIB
PBSI Gelar Simulasi Internal Antisipasi Regulasi Baru BAJC 2026
Rabu / 17-06-2026, 20:36 WIB






