Rayap selama ini dikenal sebagai hama perusak perabot kayu. Namun, dosen IPB University mengingatkan bahwa serangga ini juga mengincar dokumen dan pakaian.

Dr. Arinana, dosen Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, menjelaskan bahwa rayap menyukai material mengandung selulosa.

>>> Tranexamic Acid: Bahan Aktif untuk Mencerahkan Kulit dan Memudarkan Noda Hitam

Kertas pada dokumen dan serat kain pada pakaian merupakan sumber selulosa yang sangat disukai rayap.

"Kalau dokumen memang berbahan kertas, tetapi baju juga berasal dari serat yang mengandung selulosa," ujarnya.

Penyebab dan Pencegahan Serangan Rayap

Kehadiran rayap biasanya dipicu oleh kebiasaan menumpuk barang di area lembap tanpa sirkulasi udara. Lemari gelap yang jarang dibersihkan menjadi tempat ideal bagi rayap.

"Kalau kita punya koleksi baju yang disimpan di lemari dan tidak pernah dibuka, rayap bisa datang.

Jadi intinya harus ada sirkulasi udara dan pencahayaan sehingga rayap merasa terganggu," kata Dr. Arinana.

Pencegahan sebenarnya mudah asal dilakukan konsisten. "Jangan lupa secara reguler lemari itu dibuka.

Jangan sampai dokumen sudah diletakkan di situ, setahun tidak dibuka. Kondisi seperti itu sangat disukai rayap," tuturnya.

>>> Prabowo Subianto Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan

Banyak orang mengira menyimpan barang dalam kontainer plastik tebal sudah aman. Faktanya, wadah tersebut tetap bisa ditembus gigitan rayap.

Meski tidak memakan plastik, rayap dapat merusak penghalang untuk mencapai target di dalamnya.

"Rayap itu kalau ada penghalang, dia akan merusak, tetapi tidak dimakan atau dikonsumsi. Plastik bisa dirusak agar dia mencapai isi di dalamnya," ucap Dr. Arinana.

Untuk perlindungan menyeluruh, Dr. Arinana menyarankan penerapan chemical barrier atau penghalang kimia di bawah bangunan sejak tahap konstruksi.

Fondasi fisik yang lebih tebal juga efektif menghambat pergerakan rayap.

Bagi rumah yang sudah ditempati, kewaspadaan terhadap tanda awal serangan sangat penting.

>>> Sucor Asset Management Catat Pertumbuhan Dana Kelolaan Rp 47,22 Triliun pada Kuartal I 2026

Kemunculan serbuk kayu, retakan pada dinding, atau suara kosong saat kayu diketuk merupakan indikasi yang harus segera ditangani.