Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Indeks turun 0,55 persen ke posisi 6.220,74.

Sebelumnya, IHSG sempat menguat hingga menyentuh level 6.321 pada awal sesi. Namun, indeks berbalik arah dan berakhir di zona merah.

>>> MAXStream dan Folaplay Sediakan Paket Streaming Piala Dunia 2026 Mulai Rp25.000

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan pergerakan IHSG saat ini masih bervariasi. Menurutnya, investor menantikan sejumlah agenda penting.

Agenda tersebut meliputi hasil pertemuan The Fed, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, MSCI Global Market Accessibility Review, rebalancing indeks FTSE, dan MSCI Annual Market Classification Review.

Pelemahan IHSG diikuti oleh nilai tukar rupiah yang turun 0,21 persen ke level Rp17.762 per dolar AS.

Pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan menjelang pengumuman suku bunga bank sentral.

Konsensus pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen.

Sementara itu, Bank Indonesia diperkirakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Secara teknikal, Alrich memproyeksikan ruang gerak IHSG masih terbatas dalam jangka pendek. Ia melihat MACD membentuk pelebaran histogram positif, namun Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought.

>>> ZAP Premiere Hadirkan Layering Treatment untuk Atasi Penuaan Kulit

IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan rentang 6.100 hingga 6.400 untuk perdagangan Kamis (18/6/2026).

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan bahwa pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global.

Salah satu fokusnya adalah potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Kesepakatan tersebut diperkirakan dapat membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak mentah dunia berpotensi turun di bawah US$80 per barel, yang bisa meredakan inflasi global.

Nafan menegaskan fokus utama tetap pada hasil FOMC The Fed dan RDG BI.

Pasar meyakini Fed Rate akan bertahan di 3,75 persen, sementara BI Rate berpeluang naik 25 bps ke 5,75 persen.

>>> Transaksi Digital OVO Tumbuh 70 Persen, Didominasi Jajan Receh

Untuk perdagangan Kamis, Nafan memproyeksikan support IHSG di level 6.178 dan 6.058, serta resistance di 6.287 dan 6.516.