Selama ini, latihan aerobik seperti lari atau bersepeda dikenal baik untuk kesehatan. Namun, bagaimana dengan latihan kekuatan?

Sebuah studi internasional baru mengungkap manfaat kombinasi keduanya.

>>> Harga Emas Antam Diprediksi Menguat ke Rp2.749.000 per Gram

Para peneliti menganalisis data dari tiga kelompok besar di Amerika Serikat selama 30 tahun.

Total partisipan mencapai 147.374 orang, terdiri dari 31.540 pria dan 115.834 wanita dengan usia rata-rata 54 tahun.

Awalnya, tidak ada peserta yang memiliki riwayat kanker, penyakit jantung, atau stroke. Tim peneliti mencatat waktu yang dihabiskan untuk aktivitas aerobik dan latihan kekuatan setiap minggu.

Hasil Penelitian yang Mengejutkan

Selama 30 tahun, tercatat 35.798 kematian. Mereka yang rutin latihan kekuatan 90-120 menit per minggu memiliki risiko kematian lebih rendah.

>>> BRI Manajemen Investasi dan Ayovest Jalin Kerja Sama Perluas Distribusi Reksa Dana Digital

Yang lebih menarik, partisipan yang menggabungkan latihan kekuatan dan aerobik memiliki risiko kematian terendah—hingga 45% lebih rendah dibanding yang tidak berolahraga sama sekali.

Studi ini dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine. Temuan ini menegaskan bahwa variasi olahraga sangat penting untuk umur panjang.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu peralatan mahal.

Latihan kekuatan bisa dilakukan di rumah dengan dumbel, resistance band, atau bahkan barang sehari-hari seperti kaleng dan botol air.

>>> Reksadana Pasar Uang Tetap Menarik di Tengah Suku Bunga Tinggi

Sebarkan sesi latihan sepanjang minggu untuk hasil optimal. Banyak video latihan online yang bisa membantu menjaga motivasi.