Aspermigas: Ruang Penurunan Harga Pertamax Terbuka Lebar
Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai peluang penurunan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax terbuka lebar.
Hal ini menyusul merosotnya harga minyak mentah dunia akibat rencana perdamaian Amerika Serikat dan Iran.
>>> Tamara Tyasmara Nilai Vonis 20 Tahun Yudha Arfandi Belum Setimpal
Harga minyak mentah dunia saat ini telah berada di bawah US$80 per barel, setelah sebelumnya sempat menembus angka US$100 per barel.
Kondisi ini mendorong Aspermigas untuk mendesak Pertamina segera menyesuaikan harga jual Pertamax.
"Nah sekarang sudah enggak ada alasan lagi untuk harga naik, kita lihat ya Pertamina sekarang dituntut untuk turun dong, lah harga minyak sudah turun.
Nah sekarang enggak ada alasan lagi untuk naik," kata Moshe, perwakilan Aspermigas, Kamis (18/6/2026).
Namun, ketidakpastian regulasi domestik membuat penyesuaian harga sulit diprediksi. Keterlibatan penuh keputusan politik pemerintah menjadi faktor utama.
"Jadi kalau pemerintah bilang jangan dinaikkan atau jangan diturunkan ya enggak bakal dinaikkan atau diturunkan. Jadi itu semua enggak bisa kita prediksi," tegas Moshe.
Di sisi lain, Aspermigas mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menahan harga Pertalite dan Solar. Namun, kebijakan ini dinilai membebani keuangan Pertamina.
>>> Trailer Spider-Man: Brand New Day Isyaratkan Peran Sadie Sink sebagai Jean Grey
"Saya juga apresiasi dan di satu sisi saya juga kasihan sama Pertamina. Keuangan mereka tergerus dengan ditahan-tahan terus," ungkap Moshe.
Sebelumnya, harga keekonomian riil Pertamax dilaporkan telah melampaui harga jual yang ditetapkan.
"Ya, kurang lebih begitu kalau range harganya [Pertamax di sekitar Rp17.000-an/liter]," kata Roberth, Selasa (12/5/2026).
Pemerintah berencana memberikan dana talangan untuk menutup selisih harga jual komersial. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga dilakukan oleh sejumlah korporasi penyalur swasta nasional.
"Penyesuaian ini mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak internasional," kata Simon dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026).
Harga minyak WTI untuk pengiriman Juli tercatat turun 1% ke level US$76,02 per barel di Singapura.
>>> Rupiah Melemah ke Rp17.796 per Dolar AS pada Kamis Siang
Sementara minyak Brent ditutup pada posisi US$79,55 per barel.
Update Terbaru
Google Perbarui Android Switch untuk Migrasi Mudah dari iPhone
Kamis / 18-06-2026, 13:45 WIB
Pemerintah Siapkan Rp14,09 Triliun untuk Tunjangan Guru Non-ASN pada 2027
Kamis / 18-06-2026, 13:45 WIB
Pemerintah Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan di GBK
Kamis / 18-06-2026, 13:44 WIB
Investor Asing Borong Saham Merdeka Gold Resources Rp 945 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 13:44 WIB
Pemerintah Siapkan Rp14 Triliun untuk Tunjangan Guru Non-ASN pada 2027
Kamis / 18-06-2026, 13:44 WIB
Menaker Buka Peluang Tinjau Ulang Aturan Pekerja Alih Daya
Kamis / 18-06-2026, 13:44 WIB
Pemerintah Naikkan Dana BOPTN 2027 Menjadi Rp650 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 13:44 WIB
Portugal Ditahan Imbang RD Kongo, Ronaldo Cetak Rekor Tua
Kamis / 18-06-2026, 13:44 WIB
5 Tanda Tubuh dan Pikiran Membutuhkan Istirahat Mental
Kamis / 18-06-2026, 13:40 WIB
Synology Luncurkan DSM 7.4 dengan Fitur AI dan Efisiensi Penyimpanan
Kamis / 18-06-2026, 13:40 WIB
Meksiko Rombak Lini Pertahanan Jelang Hadapi Korea Selatan
Kamis / 18-06-2026, 13:40 WIB
Polda Metro Jaya Periksa Davina Karamoy Terkait Kasus Hanania Travel
Kamis / 18-06-2026, 13:40 WIB
Synology Luncurkan DSM 7.4 dengan Asisten AI dan Fitur Penyimpanan Cerdas
Kamis / 18-06-2026, 13:40 WIB






