Media UEA: Harga Minyak Butuh Waktu 4-8 Pekan untuk Stabil
Harga minyak diperkirakan membutuhkan waktu antara empat hingga delapan pekan untuk stabil, bahkan jika Selat Hormuz dibuka kembali pada pekan ini.
Hal itu diungkapkan oleh Gulf News yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu (17/6), mengutip para analis.
>>> Sony Umumkan Kehadiran PS5 Pro di Indonesia pada 20 Mei 2026
Penyebabnya adalah antrean kapal tanker yang menumpuk, tingginya biaya asuransi, rendahnya tingkat persediaan, dan risiko geopolitik yang masih berlanjut.
Faktor-faktor tersebut menjaga premi risiko di pasar energi tetap ada.
Harga minyak mentah Brent telah turun dari level tertinggi selama masa perang yang mendekati 120 dolar AS per barel menjadi sekitar 80 dolar AS.
Penurunan ini seiring pelaku pasar memperhitungkan ekspektasi kesepakatan AS-Iran serta pembukaan kembali rute pelayaran utama tersebut.
Namun, para analis menilai bahwa pasar minyak fisik akan membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk kembali normal, meskipun pasar berjangka telah bereaksi cepat.
Selat Hormuz menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak serta gas alam cair (LNG) global.
>>> Eksekutif Estée Lauder Meninggal Akibat Komplikasi Filler Kosmetik
Para analis mengatakan pasar akan membutuhkan bukti bahwa kapal tanker dapat berlayar dengan aman dan konsisten sebelum menghapus sisa premi geopolitik dari harga minyak.
Krisis ini menyoroti ketergantungan dunia terhadap aliran energi melalui Selat Hormuz.
Hal itu mungkin akan mempercepat upaya negara-negara Teluk untuk mengembangkan jaringan pipa dan rute ekspor alternatif guna memperkuat keamanan energi.
AS, Pakistan, dan Iran pada Senin (15/6) mengumumkan finalisasi nota kesepahaman (MoU) perdamaian untuk mengakhiri perang setelah negosiasi beberapa pekan.
MoU tersebut rencananya akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6).
>>> Portugal Gagal Kalahkan RD Kongo di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (16/6) mengatakan bahwa AS akan memastikan Selat Hormuz dibuka sepenuhnya per Jumat (19/6).
Update Terbaru
Kementerian ESDM Pastikan Biosolar B50 Aman untuk Kendaraan Diesel
Kamis / 18-06-2026, 14:21 WIB
Kemendiktisaintek Salurkan Bantuan ULD Perkuat Layanan Kampus Inklusif
Kamis / 18-06-2026, 14:20 WIB
Peningkatan Kualitas Guru Kunci Pengenalan AI Sejak Usia Dini
Kamis / 18-06-2026, 14:20 WIB
Gibran Minta Pemilihan Titik KDMP Lewat Kajian dan Libatkan Masyarakat
Kamis / 18-06-2026, 14:20 WIB
Pengamat: Peringatan 35 Tahun ASEAN-Rusia Momen Perluas Kerja Sama
Kamis / 18-06-2026, 14:20 WIB
BPS Kota Bandung Kerahkan 2.000 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:20 WIB
Pemerintah Tunda Insentif Kendaraan Listrik hingga Bulan Depan
Kamis / 18-06-2026, 14:20 WIB
Roberto Martinez Pertahankan Cristiano Ronaldo Saat Portugal Ditahan Imbang
Kamis / 18-06-2026, 14:16 WIB
Tips Lolos Final Test Beasiswa OSC 2026 dari Medcom
Kamis / 18-06-2026, 14:16 WIB
Telkom (TLKM) Diproyeksi Raup Laba Bersih Rp 25,8 Triliun pada 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:15 WIB
OJK Tetapkan Tujuh Calon Direksi BEI Periode 2026-2030
Kamis / 18-06-2026, 14:15 WIB
Unpad Tembus Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Kamis / 18-06-2026, 14:15 WIB
Klaim Asuransi Properti Melonjak 34,7% Imbas Banyak Korporasi Tutup
Kamis / 18-06-2026, 14:15 WIB
Inggris Hancurkan Kroasia 4-2 di Laga Perdana Grup L Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 14:15 WIB






