Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengusulkan dua nama pahlawan nasional untuk kapal induk pertama Indonesia, yaitu Gajah Mada dan Panglima Soedirman.

"Salah satu usulannya ada Gajah Mada, ada Panglima Soedirman," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Gedung Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis.

>>> Pelindo Setor Kontribusi Rp7,81 Triliun ke Negara pada 2025

Ali tidak menjelaskan secara rinci alasan pemilihan kedua nama tersebut.

Profil Singkat Gajah Mada dan Soedirman

Gajah Mada adalah Mahapatih Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa, yang dianggap sebagai konsep dasar persatuan Nusantara.

Sementara itu, Panglima Besar Soedirman adalah tokoh militer yang berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan merupakan salah satu dari tiga jenderal bintang lima di Indonesia.

Nama-nama tersebut akan diajukan ke Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mendapatkan persetujuan.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertamax Bisa Turun Lagi

Setelah disetujui, nama akan disematkan secara simbolis saat kapal induk tiba pada 2026.

Kapal induk yang dimaksud adalah Giuseppe Garibaldi, yang memiliki panjang 180,2 meter dan kecepatan maksimal 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal buatan Italia ini juga dilengkapi radar jamming dan persenjataan, termasuk peluncur rudal antipesawat dan torpedo.

>>> Badai PHK Mulai Mengancam Pekerja Kerah Putih Berpangkat Tinggi

Kapal induk tersebut memiliki kesamaan dengan dua kapal perang baru TNI AL, KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang juga dibuat oleh Fincantieri.