Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi layanan pendidikan bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pemenuhan hak belajar peserta didik menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan bencana.

>>> BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan hak belajarnya karena terdampak bencana.

Karena itu, kami memastikan layanan pendidikan tetap berjalan sambil mempercepat pemulihan sarana dan prasarana agar peserta didik dapat belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta pada Kamis.

Berdasarkan data per 9 Juni 2026, sebanyak 4.922 satuan pendidikan berbagai jenjang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Meski demikian, seluruh satuan pendidikan telah kembali melaksanakan pembelajaran dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 100 persen.

Target Tahun Ajaran Baru

Dari total sekolah terdampak, sebanyak 4.828 sekolah telah kembali belajar di sekolah asal, 52 sekolah menggunakan ruang kelas darurat, 35 sekolah masih memanfaatkan tenda, dan 7 sekolah menumpang di sekolah atau bangunan publik lainnya.

Pihaknya menargetkan pada tahun ajaran baru Juli 2026 tidak ada lagi sekolah yang belajar di tenda.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh peserta didik dapat belajar di ruang yang lebih layak.

>>> Central Park Hadirkan Wahana Interaktif Bertema Toy Story 5

Karena itu, penyediaan ruang kelas darurat dan percepatan revitalisasi terus kami lakukan agar pada tahun ajaran baru tidak ada lagi sekolah yang belajar di tenda,” kata Mu'ti.

Ia menambahkan dari 4.922 sekolah terdampak, sebanyak 3.283 sekolah memperoleh bantuan revitalisasi, sementara 1.639 sekolah memerlukan dukungan sarana pendidikan.

Hingga saat ini, pihaknya mencatat sebanyak 3.119 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan nilai total Rp3,001 triliun.

Dana tahap pertama telah tersalur kepada 3.034 sekolah senilai Rp2,050 triliun, sementara 86 sekolah masih dalam proses penyaluran senilai Rp41,7 miliar.

Kemendikdasmen juga mempercepat pembangunan 310 unit ruang kelas darurat yang tersebar di 88 satuan pendidikan.

Mu'ti menyebutkan sebanyak 171 unit telah selesai dan digunakan, 40 unit sedang dibangun, dan sisanya dalam tahap perencanaan.

>>> Buttonscarves dan Nagita Slavina Luncurkan Koleksi Monogram Eksklusif

Selain itu, terdapat 97 satuan pendidikan yang harus direlokasi karena berada di kawasan yang tidak lagi aman untuk kegiatan belajar mengajar.