Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen resmi merilis Rapor Pendidikan 2025.

Instrumen ini menjadi rujukan evaluasi nasional berbasis data untuk memetakan kondisi pendidikan dari jenjang SD hingga SMA di Indonesia secara lebih akurat.

>>> Scaloni Kagumi Messi Usai Cetak Hattrick ke Gawang Aljazair

Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin menyatakan bahwa Satuan Pendidikan dan Pemerintah Daerah dapat menggunakan Rapor Pendidikan sebagai acuan.

Tujuannya untuk mengidentifikasi masalah, merefleksikan akar masalah, dan membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh.

“Publik juga dapat mengakses Rapor Pendidikan sebagai upaya gotong royong membenahi kualitas pendidikan,” kata Toni di Jakarta pada Kamis.

Rapor Pendidikan mencakup berbagai aspek, mulai dari hasil belajar murid, proses pembelajaran, pemerataan layanan, kualitas pengelolaan sekolah, hingga kualitas sumber daya manusia di satuan pendidikan.

Rapor Pendidikan 2025 mencakup data 288.355 satuan pendidikan serta melibatkan 460.862 kepala satuan pendidikan, 3.981.602 pendidik, dan 6.830.704 murid di seluruh Indonesia.

Data Rapor Pendidikan dihimpun dari berbagai sumber seperti Asesmen Nasional (AN), Survei Lingkungan Belajar, dan Badan Akreditasi Nasional (BAN).

Penentuan capaian dilakukan berdasarkan persentase murid yang mencapai kompetensi minimum.

Kategori Baik apabila lebih dari 75% murid telah mencapai kompetensi minimum, Kategori Sedang (40%-75%), dan Kategori Kurang (di bawah 40%).

>>> BI Perkuat Intervensi Moneter Dorong Penguatan Nilai Tukar Rupiah

Capaian Literasi dan Numerasi 2025

Pada aspek Literasi, capaian pendidikan tahun 2025 menunjukkan tren yang beragam antar jenjang pendidikan.

Di tingkat SD, sebesar 65,66% murid telah mencapai kompetensi minimum dan berada pada Kategori Sedang.

Jenjang SMP mencatat capaian 76,49% dan masuk Kategori Baik, sekaligus menunjukkan peningkatan.

Sementara itu, capaian di SMA dan SMK masing-masing sebesar 72,23% dan 65,08%, masih berada pada Kategori Sedang.

“Capaian literasi tahun ini menunjukkan fondasi pembelajaran kita terus bergerak, meskipun masih terdapat disparitas antar jenjang yang perlu menjadi fokus perbaikan bersama,” ujar Toni.

Pada aspek Numerasi, sebagian besar jenjang pendidikan masih berada pada Kategori Sedang.

Rinciannya, SD (59,45%), SMP (70,81%) serta SMA dan SMK masing-masing 67,14% dan 60,22%.

>>> Jude Bellingham Bawa Inggris Kalahkan Kroasia 4-2 di Piala Dunia 2026

Melalui Rapor Pendidikan 2025, Pemerintah mendorong pemanfaatan data sebagai dasar kebijakan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.