>>> Liverpool Tebus Klausul Pelepasan Victor Munoz dari Osasuna

Aksi korporasi tersebut berpotensi mendatangkan dana segar sebesar Rp745,53 miliar untuk memperkuat modal kerja dan pengembangan bisnis.

Volume saham ditempatkan dan disetor penuh milik KPIG pun akan meningkat dari 99,86 miliar menjadi 107,31 miliar saham.

Selanjutnya, WGSH berniat menerbitkan maksimal 208,5 juta saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp20 per saham.

Harga pelaksanaan akan ditetapkan paling rendah 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham di Pasar Reguler selama 25 hari bursa berurutan sebelum transaksi.

Dana hasil private placement WGSH bakal dialokasikan penuh untuk memperkuat modal operasional dan ekspansi perusahaan.

Pandangan Analis

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai KPIG dan PANI menjadi daya tarik utama dalam aksi pasar modal kali ini.

KPIG berpotensi meraih dana terbesar untuk mendukung KEK Lido, sedangkan investor PANI sudah pasti sehingga risiko gagal serap sangat minim.

“Sementara PANI memperoleh sekitar Rp498 miliar dengan investor yang sudah jelas yaitu PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management sehingga risiko gagal serap sangat rendah,” ujarnya.

Azis menambahkan bahwa KPIG memperlihatkan pertumbuhan bisnis perhotelan dan resor yang kuat, terbukti dari lonjakan laba kuartal I 2026 sebesar 78% secara tahunan.

“Di sisi lain, PANI juga masih memiliki prospek positif berkat pengembangan kawasan PIK 2 dan potensi penjualan properti yang tetap kuat, meskipun valuasinya sudah relatif premium,” paparnya.

>>> Kanada Hadapi Qatar di Grup B Piala Dunia 2026

Berdasarkan analisis tersebut, Azis memberikan rekomendasi trading buy untuk saham PANI dengan target harga berkisar antara Rp7.300 hingga Rp7.400 per saham.