Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan peluncuran program B50 pada 1 Juli 2026.

Program pencampuran solar dengan 50 persen minyak sawit ini bertujuan menghentikan impor solar jenis C48.

>>> Apple Siap Naikkan Harga Perangkat Akibat Krisis Memori Global

"Jadi insyaallah kami sangat optimis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti di 2026, 1 Juli.

Dengan demikian maka itu kita akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar khususnya C48," ujar Bahlil.

Pengurangan impor didasarkan pada hasil uji coba B50 pada berbagai moda transportasi dan sektor industri. Pengujian mencakup kendaraan darat, laut, hingga alat penunjang operasional pertambangan.

"Hasilnya sangat menggembirakan. Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit.

Dan ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan, baik itu alat berat, kapal, kereta api dan beberapa kendaraan yang lainnya," jelas Bahlil.

>>> Matador Hadirkan Busana Pria Ukuran Jumbo hingga 9XL

Jaminan Pasokan CPO untuk Pangan

Meski kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) melonjak untuk B50, pemerintah menjamin stabilitas pasokan untuk sektor domestik lainnya. Alokasi untuk industri pangan tetap menjadi prioritas.

"Mungkin banyak beredar informasi bahwa, wah, nanti dengan B50 bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan untuk minyak goreng, begitu ya, untuk produksi minyak goreng ini dipastikan pemerintah menjamin bahwa produksi ini mencukupi baik itu untuk implementasi B50 ataupun untuk kebutuhan CPO untuk kebutuhan produksi lainnya," ujar Anggia, perwakilan pemerintah.

Sektor pengusaha kelapa sawit juga memberikan proyeksi positif.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menyatakan stok nasional masih memadai untuk target jangka pendek.

"Implementasi B50 di bulan Juli seharusnya tidak ada masalah sebab kebutuhan bahan baku untuk 6 bulan diperkirakan sekitar 1,74 juta ton CPO," ujar Eddy.

>>> Sertifikasi CPKB Dorong Industri Kosmetik RI Tembus Pasar Global

Ia menambahkan bahwa produksi CPO nasional tahun lalu mencapai sekitar 51,6 juta ton. Dengan demikian, implementasi pada Juli 2026 tidak akan mengganggu pasokan sawit.