Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berhasil mengamankan komitmen pendanaan sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp303,55 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025–2029.

>>> IHSG 18 Juni 2026 Dibuka Melemah 0,99 Persen ke Level 6.159

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan bilateral antara Menkeu dengan jajaran pimpinan AIIB di Beijing, Tiongkok.

Kemitraan strategis ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional serta mempercepat proyek strategis pemerintah melalui skema Multiyear Rolling Pipeline.

"Kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029.

Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia," ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Selain komitmen dana investasi, AIIB juga menunjukkan ketertarikan untuk memperluas kehadirannya di Indonesia dengan mendirikan kantor perwakilan di Jakarta.

>>> Pengelola Batasi Akses Masuk Kawasan GBK Menjelang Eksekusi Hotel Sultan

"AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta.

Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri," kata Menkeu.

Pihak AIIB menyatakan keyakinannya terhadap ketahanan ekonomi nasional serta pengelolaan anggaran negara. Menkeu menegaskan lembaga multilateral tersebut tidak meragukan prospek perekonomian Indonesia ke depan.

"Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita," ujar Menkeu.

>>> VinFast Pangkas Harga VF 9 hingga 170 Juta Dong, Ekspansi ke India

Agenda kerja Menkeu di Beijing selanjutnya akan dilanjutkan dengan rangkaian pertemuan bersama otoritas keuangan Tiongkok dan para investor global.