Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan komitmen pendanaan sebesar US$ 17 miliar atau setara Rp 301,41 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Kesepakatan tersebut diperoleh melalui pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan pimpinan AIIB di Beijing, Tiongkok, pada Kamis (18/6/2026).

>>> 4 Rekomendasi Smartwatch Stylish di Berbagai Rentang Harga

Dana ini dialokasikan untuk mempercepat eksekusi berbagai proyek strategis pemerintah dalam periode 2025-2029.

Skema Pendanaan Multi-Year

Purbaya menyatakan bahwa keberhasilan mengamankan pendanaan sebesar itu merupakan kontribusi besar bagi pembiayaan proyek pembangunan di Indonesia.

Skema pendanaan terintegrasi dalam Multi-Year Rolling Pipeline yang dibahas bersama pihak AIIB.

Program pembangunan yang didukung mencakup agenda baru maupun proyek yang telah dirancang sebelumnya.

Selain komitmen pembiayaan, AIIB juga berencana membuka kantor perwakilan di Jakarta.

>>> Harga Pangan Nasional Turun 18 Juni 2026, Cabai dan Beras Paling Signifikan

Purbaya menyambut baik rencana tersebut dan berharap kantor cabang sudah berdiri pada Juni tahun depan.

Kehadiran kantor cabang ini dirancang untuk mengoptimalkan koordinasi serta memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.

Hubungan kerja sama ini didasari penilaian positif AIIB terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Manajemen AIIB tidak menyampaikan kekhawatiran terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi atau tata kelola fiskal Indonesia.

>>> Roberto Martinez Ungkap Alasan Pertahankan Cristiano Ronaldo Penuh Lawan RD Kongo

Purbaya menegaskan bahwa AIIB yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal Indonesia.