Ekonom Soroti Kebijakan Penyesuaian Harga Pertamax yang Dinilai Terlambat
Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) seharusnya melakukan penyesuaian harga Pertamax secara bertahap.
Menurutnya, kenaikan harga Pertamax sebesar 32% dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter telah ditahan selama hampir tiga bulan sejak Maret 2026.
>>> Mengenal Cara Kerja Postpil sebagai Pil Kontrasepsi Darurat
"Kebijakan seperti ini terlihat terlambat, lalu mengejutkan pasar dan konsumen," ujar Josua saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).
Josua menyarankan agar kenaikan dilakukan dalam beberapa tahap bulanan dengan batas yang terukur.
"Penyesuaian bertahap membuat rumah tangga, pelaku usaha, dan sektor transportasi punya waktu beradaptasi.
Pola seperti ini lebih baik karena mengurangi kejutan inflasi, menekan potensi kepanikan konsumen, dan menjaga kredibilitas kebijakan harga energi," jelasnya.
Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Dampak paling signifikan dari kenaikan drastis ini adalah melebarnya selisih harga antara Pertamax dan Pertalite yang kini mencapai Rp6.250 per liter.
Jurang harga yang lebar ini menjadi insentif kuat bagi konsumen untuk beralih ke BBM bersubsidi.
"Risiko terbesarnya bukan hanya inflasi langsung dari Pertamax, tetapi beban subsidi Pertalite yang bisa naik akibat perpindahan konsumsi," kata Josua memperingatkan.
Sebelumnya, harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green naik mendadak pada Rabu (10/6/2026), padahal penyesuaian harga umumnya terjadi di awal bulan.
>>> FTSE Russell Keluarkan Tiga Saham Besar Indonesia dari Indeks Global
Harga Pertamax kini mencapai Rp16.250 per liter, naik nyaris Rp4.000 dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Sementara Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pengumuman kenaikan harga terlalu mendadak sehingga menimbulkan kegelisahan di masyarakat.
Update Terbaru
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas 18 Juni 2026 Turun
Kamis / 18-06-2026, 12:16 WIB
Prodia Diagnostic Line Targetkan Dana IPO Rp62,75 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Panselnas Hapus Penalti Rp100 Juta untuk Calon Manajer Koperasi Desa
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Indonesia Dinilai Perlu Tingkatkan Hilirisasi Mineral Kritis
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Uzbekistan Kalah 1-3 dari Kolombia di Debut Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Pengamat: Inpres Jalan Daerah Perkuat Konektivitas Distribusi Pangan
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Indonesia Terpilih sebagai Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI untuk Tata Kelola Kota
Kamis / 18-06-2026, 12:15 WIB
KETRACO Integrasikan Teknologi SAP untuk Stabilkan Jaringan Energi Terbarukan
Kamis / 18-06-2026, 12:13 WIB
Kanada Incar Kemenangan Perdana Lawan Qatar di Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 12:13 WIB
Yamaha NMAX Turbo Uji Ketangguhan di Beragam Medan Lombok
Kamis / 18-06-2026, 12:13 WIB
Peruri Hadirkan Teknologi RFID Blockchain untuk Jamin Keaslian Produk Industri Kreatif
Kamis / 18-06-2026, 12:12 WIB
Sidang Perdana Kasus Korupsi Eks Ketua Ombudsman Digelar Pekan Depan
Kamis / 18-06-2026, 12:12 WIB
KAI Tutup 144 dari 172 Titik Prioritas Perlintasan, 88% Kecelakaan Akibat Menerobos
Kamis / 18-06-2026, 12:12 WIB






