Pil kontrasepsi darurat dapat digunakan untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Di Indonesia, pil KB darurat ini dijual bebas dan dapat dibeli tanpa resep dokter.

Salah satu jenis pil KB darurat yang tersedia adalah Postpil. Pil ini mengandung levonorgestrel 0,75 miligram (mg) di setiap tabletnya.

>>> FTSE Russell Keluarkan Tiga Saham Besar Indonesia dari Indeks Global

Postpil efektif mencegah kehamilan hingga 90 persen. Semakin cepat dikonsumsi setelah berhubungan intim, tingkat efektivitasnya akan semakin tinggi.

Kontrasepsi ini hanya dipakai dalam keadaan darurat. Postpil bekerja dengan cara menunda dan mengentalkan lendir serviks, sehingga menurunkan pergerakan sperma.

Postpil bukanlah pil aborsi karena kandungannya sama dengan pil KB reguler, yaitu levonorgestrel. Namun, dosisnya yang lebih tinggi berfungsi mencegah kehamilan pada kondisi darurat.

Bila sudah terlanjur mengonsumsi Postpil dan tetap hamil, pengguna tidak perlu khawatir. Postpil tidak memengaruhi kehamilan yang sudah terjadi.

Cara Penggunaan Postpil

Postpil dapat dikonsumsi pada dua kondisi medis yang berbeda. Pertama, setelah berhubungan intim tidak direncanakan, dengan meminum 2 tablet sekaligus sesegera mungkin atau sebelum 72 jam.

Kedua, sebelum berhubungan intim yang direncanakan. Pengguna dapat meminum 2 tablet sekaligus sesaat sebelum berhubungan intim.

Kontrasepsi Darurat Menurut WHO

Pil kontrasepsi darurat dikenal juga dengan istilah morning after pill. Pil ini sudah tersedia lebih dari 30 tahun dan menjadi metode pengendalian kelahiran yang aman.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan penggunaan kontrasepsi darurat dalam lima hari setelah berhubungan seksual. Namun, kontrasepsi ini lebih efektif bila diminum sesegera mungkin.

>>> BRI Izinkan Debitur Pinjol di Bawah Rp1 Juta Ajukan KUR