Penggunaan kontrasepsi darurat dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 95 persen bila digunakan dengan tepat. Rentang waktu yang disarankan adalah dalam lima hari setelah berhubungan seksual.

Jenis Pil Kontrasepsi Darurat

Ada dua jenis pil kontrasepsi darurat berdasarkan penjelasan WHO. Pertama, pil yang mengandung ulipristal acetate (UPA) harus menggunakan resep dokter.

Perempuan yang menggunakannya memiliki peluang kehamilan sebesar 1,2 persen.

Pil UPA dapat dikonsumsi hingga 120 jam atau 5 hari setelah berhubungan seksual tanpa kondom. WHO menganjurkan UPA diminum dalam dosis tunggal 30 mg.

Kedua, pil yang mengandung levonorgestrel (LNG). Peluang hamil pada penggunaannya berkisar antara 1,2 hingga 2,1 persen.

Pil ini paling baik diminum dalam waktu 72 jam setelah berhubungan intim.

Meski sudah lewat 3 hari atau hingga 5 hari, pil LNG tetap bisa diminum. Semakin cepat diminum, semakin baik efektivitasnya.

>>> Lionel Messi Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026, Samai Rekor Gol Klose

WHO menganjurkan pil LNG diminum dalam dosis tunggal 1,5 mg. Sebagai alternatif, pil dapat dikonsumsi dalam 2 dosis 0,75 mg dengan jarak 12 jam.