Hari Asyura yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram memiliki keistimewaan dalam kalender Hijriah. Selain ibadah puasa, hari ini menjadi waktu utama untuk memanjatkan doa, berdzikir, dan memohon ampunan.

Umat Islam sering kali hanya fokus pada puasa Asyura sebagai amalan utama di bulan Muharram.

>>> InJourney Airports Revitalisasi Empat Bandara Sepanjang 2026

Padahal, para ulama menekankan pentingnya memanfaatkan momen ini untuk bermunajat demi keselamatan, keberkahan, serta perlindungan dari musibah.

Keutamaan hari ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim.

Rasulullah SAW bersabda: "Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu."

Menurut buku "Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram" oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, Hari Asyura menjadi momentum tepat untuk memperbarui taubat dan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT.

Doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi wasilah meraih keberkahan sepanjang tahun.

Para ulama menjelaskan bahwa Hari Asyura berkaitan dengan sejarah penyelamatan para nabi dalam situasi sulit. Allah SWT memberikan pertolongan besar kepada para utusan-Nya pada hari tersebut.

Beberapa peristiwa besar meliputi keselamatan Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kejaran Fir'aun, diterimanya taubat Nabi Adam AS, hingga bertahannya Nabi Nuh AS dari air bah.

Meski validitas riwayat tersebut bervariasi, ulama sepakat bahwa keutamaan syariat Hari Asyura tetap bersifat khusus.

Rangkaian Doa dan Dzikir Asyura

Terdapat beberapa doa dan dzikir yang masyhur diamalkan umat Islam saat memasuki Hari Asyura. Berikut di antaranya.

Doa Asyura dari Kitab Kanzun Najah: Doa ini termaktub dalam kitab Kanzun Najah wa Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus.