Umat muslim dianjurkan untuk mengamalkan doa bepergian jauh demi memohon perlindungan dari Allah SWT selama menempuh perjalanan.

Orang yang melakukan perjalanan jauh dikenal dengan sebutan musafir. Istilah musafir berakar dari kata safara atau safar yang berarti menempuh perjalanan.

>>> Universitas Kentucky Bayar Kompensasi J Batt Lima Juta Dolar

Kalangan fuqaha mendefinisikan musafir sebagai seseorang yang keluar dari wilayah negerinya menuju lokasi tertentu dengan jarak tempuh yang ditentukan.

Doa yang dipanjatkan musafir memiliki kedudukan istimewa karena sifatnya yang mustajab. Keutamaan ini ditegaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah bersabda: "Ada tiga doa yang mustajab, tak ada keraguan padanya; doa orang dizalimi, doa musafir, dan doa seorang bapak untuk anaknya."

(HR Abu Daud)

Potensi dikabulkannya doa oleh Allah SWT dinilai semakin tinggi seiring dengan semakin lama durasi perjalanan yang ditempuh.

Ragam Bacaan Doa Bepergian Jauh

Berikut adalah kumpulan doa perjalanan jauh yang dapat disesuaikan berdasarkan jalur transportasi yang digunakan.

Untuk jalur darat, bacaan doanya: "Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun."

Artinya: "Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami."

>>> The Fed Tahan Suku Bunga, Sinyalkan Potensi Kenaikan Akibat Inflasi

Untuk jalur laut, bacaan doanya: "Bismillaahi majraahaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rahiim."

Artinya: "Dengan nama Allah, kami berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang."

Untuk jalur udara, bacaan doanya: "Allaahumma hawwin 'alainaa safaranaa hadzaa wathwi 'annaa bu'dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl."