Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang pada Kamis (18/6/2026).

Kesepakatan bersejarah bernama MoU Islamabad ini ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

>>> Infiniti Land dan UI Jalin Kerja Sama Riset Perumahan Berkelanjutan

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut mengesahkan dokumen tersebut selaku mediator utama.

Pakistan sebelumnya sukses memfasilitasi gencatan senjata pada 8 April lalu serta menggelar perundingan tingkat tinggi pada pertengahan April 2026.

Pertemuan di Islamabad ini menjadi kontak diplomatik tingkat tinggi pertama bagi kedua negara sejak memutuskan hubungan diplomatik pada 1979.

Isi Kesepakatan dan Dampak Global

Kesepakatan ini mewajibkan Iran segera membuka kembali jalur perdagangan vital di Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri sempat ditutup semenjak perang meletus pada akhir Februari 2026.

Sebagai timbal balik, Amerika Serikat berkomitmen untuk mencabut blokade angkatan laut mereka di berbagai pelabuhan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa segala bentuk serangan atau pelanggaran di kawasan Arab akan dianggap melanggar kesepakatan.

>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan 100 Basis Poin Jadi 5,75 Persen

Penegasan ini khususnya berlaku bagi tindakan yang menyasar wilayah Lebanon.

Pasca-penandatanganan kesepakatan tersebut, kedua belah pihak dijadwalkan segera memulai babak baru negosiasi intensif.

Langkah ini bertujuan untuk merumuskan perjanjian damai yang bersifat final serta komprehensif bagi kedua negara.

Konflik terbuka yang pecah sejak akhir Februari 2026 tersebut sempat memicu volatilitas tinggi pada pasar keuangan dunia.

Selain itu, ketegangan ini sempat membawa perekonomian global ke ambang krisis energi yang parah.

Di sisi lain, lembaga keuangan Goldman Sachs memprediksi pemulihan jalur perdagangan Selat Hormuz hanya akan mencapai 70 persen pasca-perang selesai.

>>> BPOM Kawal Progres Biosimilar dan Ekspansi Ekspor Industri Sidoarjo

Sementara itu, pergerakan harga minyak mentah dilaporkan sempat mengalami kenaikan akibat pernyataan dari Trump.