Puluhan kapal supertanker bersiap mengalirkan minyak mentah dalam jumlah besar ke Asia setelah Selat Hormuz kembali dibuka.

Sekitar 31 kapal yang mengangkut 62 juta barel minyak saat ini tertahan di Teluk Persia dan siap berlayar.

>>> Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A57 5G dengan Bodi Tipis 6,9 mm di Indonesia

Lonjakan pasokan diperkirakan terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan sementara untuk membuka kembali jalur air tersebut.

Hal ini diungkapkan data Signal Group pada Kamis, 18 Juni 2026.

Meskipun pasokan akan segera mengalir, kilang di Asia saat ini masih memiliki stok yang cukup. Analis Goldman Sachs Group Inc. memberikan proyeksi mengenai pemulihan jalur pasokan global ini.

>>> Ducati Indonesia Resmi Luncurkan DesertX V2 di Jakarta

Proyeksi Pemulihan Pasokan

"Kami sekarang berasumsi bahwa ekspor Teluk Persia kembali normal ke tingkat sebelum perang pada akhir Juli," kata Daan Struyven, analis Goldman Sachs Group Inc.

Kondisi pasar saat ini mulai mengantisipasi kedatangan minyak tersebut.

>>> Kenali Kepribadian Seseorang dari Jenis Tas dan Koper saat Bepergian

Kurva maju untuk minyak mentah acuan Timur Tengah seperti Dubai dan Murban telah berubah menjadi pola contango bearish.