Persediaan minyak mentah komersial di Cushing, Oklahoma, pusat penyimpanan terbesar di Amerika Serikat, turun drastis ke level kritis.

Penurunan ini dipicu lonjakan ekspor selama perang Iran berlangsung.

>>> Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri 2026, Lengkap dengan Syarat dan Jadwal

Data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS per Rabu (17/6/2026) menunjukkan pengosongan pasokan telah berlangsung delapan pekan berturut-turut.

Volume minyak yang tersisa kini hanya sekitar 20 juta barel, angka yang dianggap pelaku pasar sebagai batas minimum operasional tangki.

Penyusutan stok di pusat pipa dunia ini terjadi akibat peningkatan pengiriman minyak mentah AS ke pasar global untuk menutup celah pasokan.

Konflik Iran sebelumnya menahan sekitar 20 persen aliran energi global di Teluk Persia.

>>> Pentagon Ungkap Penggunaan Chatbot AI Grok dalam Operasi Militer

Penurunan cadangan tidak hanya terjadi di Cushing, tetapi juga menekan agregat persediaan minyak nasional AS ke level terendah sejak 1985.

Cadangan strategis AS merosot menjadi 340 juta barel setelah pemerintah melepas 172 juta barel untuk meredam lonjakan harga domestik.

Penarikan minyak dari tangki saat volume di bawah batas garis hisap memerlukan biaya tinggi dan berisiko menurunkan kualitas akibat endapan sedimen.

>>> Google Perbarui Android Switch untuk Migrasi Mudah dari iPhone

Meski demikian, permintaan domestik masih tinggi, ditandai volume pemrosesan rekor di kilang Midwest.