Harga minyak mentah global merosot di bawah level 80 dolar AS per barel pada Rabu (17/6/2026).

Pasar optimis terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

>>> Produsen Perlengkapan Olahraga Populerkan Tren Sepatu Pink di Piala Dunia 2026

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah WTI berada di posisi 75,77 dolar AS per barel pada pukul 10.31 WIB.

Angka itu menunjukkan penurunan sebesar 15,85 persen dalam satu pekan.

Penurunan ini dipicu oleh rencana penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Swiss pada Jumat mendatang. Demikian menurut Alwy Assegaf, Research & Development Trijaya Pratama Futures.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz saat ini telah mulai dibuka secara bertahap. Kapal-kapal sudah mulai beroperasi dan pembukaan penuh diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini.

Dokumen MoU tersebut akan dipublikasikan pada Jumat sebagai landasan negosiasi tahap berikutnya selama 60 hari. Tujuannya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan mempercepat normalisasi ekonomi.

>>> Enam Wakil Asia Tak Terkalahkan di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa pembahasan mengenai komitmen nuklir masih pada tahap umum. Belum memasuki ruang negosiasi teknis yang lebih terperinci.

Pemerintah AS menekankan bahwa salah satu poin krusial dalam kesepakatan melibatkan pemusnahan cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran.

Kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan dilakukan.

Proyeksi Teknikal Harga Minyak

Research and Development ICDX memproyeksikan pergerakan harga minyak mentah akan menghadapi titik batas atas dan batas bawah terdekat.

>>> Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Online Lewat NIK KTP

Taufan Dimas Hareva memperkirakan harga berpotensi menemui resistance di level 78 dolar AS per barel dan support di level 73 dolar AS per barel.