Harga minyak dunia mengalami penguatan tipis pada perdagangan awal di Asia setelah sebelumnya anjlok tajam selama dua hari berturut-turut.

Pelaku pasar masih terus memantau kepastian berakhirnya konflik Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

>>> Nindya Karya Dukung Penyesuaian Fasilitas Pusat Pelatihan Paralimpiade Karanganyar

Harga minyak mentah Brent naik 47 sen atau 0,6 persen menjadi 79,43 dolar AS per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 48 sen atau 0,6 persen ke level 76,53 dolar AS per barel.

Kenaikan ini memulihkan sedikit kondisi pasar setelah kedua kontrak minyak anjlok sekitar 5 persen dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Kemerosotan sebelumnya dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap kesepakatan damai antara AS dan Iran yang diproyeksikan membuka kembali jalur pasokan minyak global.

Ekspektasi Damai dan Ketidakpastian

"Pasar minyak mengalami penurunan karena ekspektasi bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah perjanjian damai, tetapi pelaku pasar menahan diri untuk tidak melakukan penjualan lebih lanjut sambil menunggu detailnya," ujar Kepala Strategi Nissan Securities Investment, Hiroyuki Kikukawa.

Ia memprediksi pergerakan harga minyak WTI masih fluktuatif dalam rentang 10 dolar AS di atas atau di bawah level 80 dolar AS per barel.

Rincian kesepakatan damai sementara antara kedua negara mulai terungkap ke publik.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan itu dibuat untuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

Seorang pejabat pemerintah AS menambahkan bahwa kesepakatan tersebut membuka peluang bagi Iran untuk kembali menjual minyak ke pasar global setelah proses penandatanganan.

Nota kesepahaman yang belum dipublikasikan itu berisi perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari demi memberikan ruang bagi perundingan perdamaian permanen.