Spotify Hapus Puluhan Ribu Podcast Palsu Promotor Apotek Ilegal
Platform streaming audio Spotify dilaporkan telah menghapus puluhan ribu podcast palsu yang mempromosikan apotek online ilegal dan situs penipuan.
Langkah ini diambil setelah muncul laporan yang menyoroti eksploitasi platform oleh aktor jahat untuk memfasilitasi perdagangan zat terlarang seperti opioid dan stimulan.
>>> Maybank Indonesia Akuisisi 51% Saham Asuransi Etiqa
Berdasarkan laporan Wired, ribuan podcast tersebut tidak diproduksi untuk didengarkan audiens manusia, melainkan sebagai alat manipulasi mesin pencari (SEO).
Para pelaku mengisi judul, deskripsi, dan sampul podcast dengan kata kunci strategis serta menyisipkan tautan eksternal yang mengarah ke situs farmasi ilegal.
Strategi ini memanfaatkan otoritas domain Spotify yang tinggi di mesin pencari seperti Google untuk meningkatkan visibilitas situs web terlarang.
Investigasi menemukan bahwa konten tersebut menawarkan obat resep tanpa pengawasan medis, termasuk benzodiazepin, dengan instruksi pembayaran menggunakan aset kripto.
Statistik Pembersihan Konten Spotify
Pembersihan massal yang dilakukan Spotify mencakup penghapusan lebih dari 57.000 episode, lebih dari 3.000 acara, dan sekitar 3.500 akun.
>>> Haaland Cetak Brace, Norwegia Hajar Irak 4-1 di Piala Dunia 2026
Sebanyak 94% episode yang dihapus tercatat memiliki nol pemutaran, menandakan konten tersebut murni spam.
Senator Amerika Serikat, Maggie Hassan, yang memimpin laporan kongres, mengkritik kecepatan respons Spotify karena dinilai gagal melaporkan aktivitas ilegal kepada penegak hukum tepat waktu.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan besar karena memungkinkan pelaku memproduksi konten suara sintetis dan deskripsi otomatis dalam skala masif dengan biaya rendah.
Spotify mengakui bahwa mereka baru memiliki sistem moderasi AI untuk spam musik, tetapi belum memiliki kebijakan khusus yang melarang podcast hasil kreasi AI atau sistem yang cukup kuat untuk mengidentifikasinya.
Kasus ini menegaskan bahwa tantangan moderasi konten kini bergeser dari media sosial berbasis teks ke platform audio, dengan aktor kejahatan mengeksploitasi ekosistem tepercaya seperti Spotify.
>>> Shenzhen InnoX Academy Lahirkan Puluhan Startup Teknologi Global
Bagi industri teknologi, insiden ini menjadi peringatan penting untuk memperketat sistem pencarian dan algoritma rekomendasi guna mencegah platform legal menjadi perantara aktivitas kriminal yang membahayakan kesehatan publik.
Update Terbaru
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.321,96 pada Perdagangan Pagi
Rabu / 17-06-2026, 11:45 WIB
Bahlil: Pasokan Batu Bara PLN Masih Kurang 20 Juta Ton
Rabu / 17-06-2026, 11:44 WIB
Saddil Ramdani Jaga Kebugaran Fisik Melalui Latihan Mandiri
Rabu / 17-06-2026, 11:44 WIB
Umat Islam Dianjurkan Amalkan Shalat Hajat saat Hadapi Tantangan Hidup
Rabu / 17-06-2026, 11:44 WIB
Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Grup K dan L Siap Tersaji
Rabu / 17-06-2026, 11:44 WIB
BGN Audit Dapur Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah
Rabu / 17-06-2026, 11:44 WIB
Emi Lo, Pengisi Suara Lucy Edgerunners, Ikut Mainkan Wuthering Waves
Rabu / 17-06-2026, 11:44 WIB
KPK Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi MBG, Berkas Akan Diserahkan ke Kejagung
Rabu / 17-06-2026, 11:42 WIB
Psikologi Warna: Mengenal Kepribadian Penyuka Warna Putih
Rabu / 17-06-2026, 11:41 WIB
GOTO Siapkan Rp 3,5 Triliun untuk Buyback Saham
Rabu / 17-06-2026, 11:40 WIB
Lionel Messi Cetak Hattrick di Laga Ke-200, Argentina Hancurkan Aljazair 3-0
Rabu / 17-06-2026, 11:40 WIB
Aktivitas Bintang Diduga Rusak Sinyal Radio Alien Sebelum Sampai Bumi
Rabu / 17-06-2026, 11:40 WIB
Mario Suryo Aji Absen di Moto2 Ceko karena Pemulihan Cedera
Rabu / 17-06-2026, 11:40 WIB
MUI Jelaskan Anjuran Shalat Hajat untuk Umat Islam
Rabu / 17-06-2026, 11:40 WIB






