Setiap manusia pasti menghadapi berbagai rintangan, cita-cita, dan impian dalam hidup.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, umat Islam tidak hanya diminta berusaha secara lahiriah, tetapi juga memperkuat ikatan spiritual kepada Allah SWT.

>>> Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Grup K dan L Siap Tersaji

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah shalat hajat. Ibadah sunnah ini berfungsi sebagai sarana untuk memohon rahmat, kelancaran, dan keberkahan dalam setiap urusan.

Tata Cara Shalat Hajat

Shalat hajat dikerjakan sebanyak dua rakaat.

Niatnya adalah: "Ushalli sunnatal haajati rak'ataini lillaahi ta'aalaa" yang artinya "Saya shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Setelah selesai shalat, dianjurkan membaca doa khusus. Doa tersebut berisi pujian kepada Allah, permohonan ampunan, dan harapan agar segala hajat yang diridhai-Nya dikabulkan.

>>> BGN Audit Dapur Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah

Imam an-Nawawi juga menganjurkan untuk membaca doa kebaikan dunia dan akhirat: "Allahumma aatina fid-dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban-naar" yang artinya "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka."

Dalil Anjuran Shalat Hajat

Dalam kitab al-Adzkar, Imam an-Nawawi mencantumkan hadits riwayat Imam at-Tirmidzi dari Abdullah bin Abu Aufa.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang memiliki hajat kepada Allah atau kepada manusia, hendaklah dia berwudhu dengan sempurna, lalu shalat dua rakaat, memuji Allah, dan membaca shalawat kepada Nabi."

Hadits ini menegaskan bahwa umat Islam yang sedang mengusahakan suatu keinginan disarankan untuk berwudhu dengan baik, mendirikan shalat dua rakaat, memuji Allah, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

>>> Emi Lo, Pengisi Suara Lucy Edgerunners, Ikut Mainkan Wuthering Waves

Dengan melaksanakan shalat hajat dan doa setelahnya, seorang Muslim dapat mempererat kedekatan spiritual dengan Allah SWT serta memohon kelancaran atas hajat yang dicita-citakan.