Bulan Zulhijah merupakan salah satu momentum mulia dalam kalender Islam yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amal saleh.

Umat Islam dapat mengamalkan puasa sunnah sejak tanggal 1 hingga 9 Zulhijah.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2.729.000 per Gram

Ibadah ini tidak hanya berfokus pada hari Arafah, melainkan dianjurkan sepanjang sembilan hari pertama bulan tersebut.

Pemahaman mengenai niat, dalil, tata cara, dan keutamaannya sangat penting agar ibadah berjalan dengan benar.

Niat Puasa Zulhijah

Niat puasa Zulhijah merupakan ketetapan di dalam hati untuk menunaikan puasa sunnah karena Allah SWT.

Kehadiran niat menjadi aspek krusial karena berfungsi sebagai penentu arah dan tujuan dari setiap amal perbuatan manusia.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan."

(HR Bukhari dan Muslim)

Ketentuan niat puasa sunnah ini dapat dilafalkan pada malam hari atau siang hari sebelum masuk waktu zuhur.

Hal tersebut diperbolehkan selama orang yang bersangkutan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Bagi umat Islam yang ingin melafalkan niat, berikut adalah bacaan yang dapat digunakan: Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Zulhijah karena Allah Ta'ala.”

Jika niat tersebut dibaca pada malam hari untuk pelaksanaan esok hari, redaksi yang digunakan: "Saya berniat puasa sunnah Zulhijah esok hari karena Allah Ta'ala."

Landasan Dalil Puasa Awal Zulhijah

Anjuran berpuasa pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah didasarkan pada kecintaan Allah SWT terhadap amal saleh yang dilakukan pada waktu tersebut.