PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membukukan total produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) sepanjang tahun 2025.

Realisasi tersebut terdiri dari produksi minyak 556.000 barel per hari dan produksi gas bumi 2.757 juta kaki kubik per hari.

>>> PT Xolare RCR Energy Tbk Targetkan Pendapatan Rp412,57 Miliar pada 2026

Direktur Utama PHE Hermansyah menyatakan pencapaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional dan memperkuat keberlanjutan usaha.

"Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional," ujar Hermansyah.

Aktivitas Eksploitasi dan Eksplorasi

Untuk mendorong kinerja, PHE menyelesaikan pemboran eksploitasi pada 887 sumur, pemeliharaan sumur di 37.266 titik, dan kerja ulang sumur sebanyak 1.288 sumur sepanjang 2025.

Perusahaan juga menggenjot pencarian sumber daya baru melalui pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 km, dan seismik 3D seluas 855 km persegi.

>>> Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.733.000 per Gram pada 17 Juni 2026

Kegiatan eksplorasi itu menghasilkan penemuan sumber daya kontingen sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak, terutama dari Migas Non-Konvensional di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak.

PHE juga mencatat penambahan cadangan terbukti sebesar 314 MMBOE dari akuisisi aset internasional, termasuk proyek MLN Phase 5 di Blok 405a Aljazair.

Melalui operasi di lima wilayah regional dan anak usaha seperti Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia, PHE membukukan laba bersih 2,175 miliar dolar AS.

>>> Pendiri Startup Ciptakan Tiruan GTA 6 Pakai AI karena Tak Sabar Menunggu Rilis Resmi

Hermansyah menambahkan, ke depan PHE akan fokus pada peningkatan kinerja operasional, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan untuk mendukung target produksi nasional.