PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga jual Pertamax saat ini masih berada di bawah nilai keekonomian, meskipun telah naik signifikan per 10 Juni 2026.

Saat ini, Pertamax dibanderol Rp 16.250 per liter, naik Rp 3.950 dari harga sebelumnya Rp 12.300 per liter.

>>> IHSG Menguat ke Level 6.299 Didorong Sentimen Damai AS-Iran

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M V Dumatubun, mengatakan bahwa harga Pertamax belum sepenuhnya sesuai dengan harga keekonomian.

Menurut Roberth, kualitas Pertamax dengan RON lebih tinggi seharusnya membuat harganya di atas Pertalite secara keekonomian.

Ia menambahkan bahwa penyesuaian harga Pertamax saat ini baru mencapai sekitar 50% dari harga keekonomian.

>>> Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Setelah Anjlok Tajam

Apabila mengacu pada harga pasar, banderol Pertamax dipastikan akan lebih mahal dibandingkan Pertalite tanpa subsidi.

Kondisi geopolitik global turut mendorong lonjakan harga minyak untuk BBM RON 92 di pasar internasional, yang nilainya telah menembus Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menyebutkan bahwa harga RON 92 di pasar sudah mencapai Rp 20.000-an, namun Pertamina masih berupaya menahan harga di Rp 12.300.

>>> Nindya Karya Dukung Penyesuaian Fasilitas Pusat Pelatihan Paralimpiade Karanganyar

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan unggahan struk pembelian Pertalite yang menunjukkan harga asli tanpa subsidi Rp 18.040 per liter, dengan subsidi pemerintah Rp 8.040.