Shenzhen InnoX Academy berhasil melahirkan puluhan startup teknologi global melalui ekosistem yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat keras.

Lembaga ini didirikan pada 2021 oleh Profesor Li Zexiang dari Hong Kong University of Science and Technology (HKUST).

>>> Lionel Messi Cetak Rekor Tampil di Enam Edisi Piala Dunia

Ia juga berperan dalam kesuksesan merek drone DJI.

InnoX menggabungkan pendidikan kewirausahaan, inkubasi bisnis, akselerasi manufaktur, dan dukungan ekspansi global. Sistem terpadu ini membedakannya dari inkubator startup konvensional.

Menurut Carol Yu, Founding Partner & Senior Vice President InnoX, Li Zexiang telah membantu menginkubasi lebih dari 200 perusahaan smart hardware.

Hasilnya termasuk empat perusahaan publik dan 12 unicorn, seperti DJI.

Hingga kini, InnoX telah menjaring lebih dari 19.000 pendaftar global. Programnya mengasuh hampir 1.000 wirausahawan dari berbagai negara, dengan sekitar 100 proyek startup dalam pembinaan aktif.

Lebih dari 80 persen startup binaan berfokus pada pengembangan AI dan perangkat keras untuk pasar internasional.

Model pendidikan di institusi ini memprioritaskan konversi ide mentah menjadi produk siap pasar.

Peserta melewati fase riset pengguna, perancangan produk, pengembangan teknologi, pembuatan prototipe, hingga strategi pemasaran. Kekuatan utama didukung oleh lokasi akademi di pusat manufaktur dunia.

>>> Shenzhen InnoX Academy Lahirkan Puluhan Startup AI dan Hardware Global

Jaringan InnoX mencakup lebih dari 1.600 pemasok dan mitra manufaktur lokal. Akses ini mempercepat proses pengembangan produk dan pengujian prototipe, dari validasi hingga produksi massal.

Sejak awal, para pendiri startup diarahkan untuk membidik pasar internasional. Fasilitasi meliputi strategi crowdfunding, pameran teknologi, branding, dan akses ke investor global.

Ragam Inovasi Robotika dan Kolaborasi Global