Mayoritas harga komoditas pangan di pasar tradisional seluruh Indonesia mencatatkan penurunan pada 17 Juni 2026.

Penurunan ini berlaku untuk sejumlah bahan pokok utama seperti cabai, beras, bawang merah, telur ayam, hingga daging sapi.

>>> Investasi Rp37,62 Triliun Ubah Gading Serpong Jadi Pusat Komersial Baru

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), pelemahan harga terjadi secara merata di berbagai wilayah.

Sebaliknya, komoditas seperti bawang putih dan minyak goreng justru mencatat pergerakan naik.

Harga Cabai dan Bawang

Koreksi harga yang cukup tajam terlihat pada kelompok hortikultura, terutama cabai rawit hijau yang turun 13,90% menjadi Rp46.750 per kilogram.

Cabai rawit merah tetap menjadi varian dengan nilai jual tertinggi di pasar tradisional, meski turun 2,58% menjadi Rp73.600 per kilogram.

Cabai merah besar turun 9,94% menjadi Rp56.150 per kilogram, sementara cabai merah keriting turun 11,34% menjadi Rp51.200 per kilogram.

Bawang merah ukuran sedang turun 8,33% menjadi Rp51.200 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang justru naik 3,13% menjadi Rp42.800 per kilogram.

Harga Beras Turun di Semua Kategori

Seluruh kualitas beras yang dipantau PIHPS kompak melemah. Penurunan harga ini diharapkan dapat menyokong daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Harga beras kualitas premium I turun 3,41% menjadi Rp14.150 per kilogram, premium II turun 2,41% menjadi Rp14.150 per kilogram, dan medium I turun 3,69% menjadi Rp15.650 per kilogram.

>>> Penyebab Gangguan Baterai Litium Motor Listrik dan Cara Mengatasinya

Beras medium II turun 4,36% menjadi Rp15.350 per kilogram, sementara beras kualitas bawah I dan II masing-masing turun 3,71% menjadi Rp16.850 per kilogram dan 4,12% menjadi Rp16.300 per kilogram.