Pertumbuhan investasi di Kabupaten Tangerang mendorong perubahan wajah Gading Serpong dari kawasan hunian menjadi koridor komersial baru di barat Jakarta.

Realisasi investasi Kabupaten Tangerang mencapai Rp37,62 triliun sepanjang 2025.

>>> Penyebab Gangguan Baterai Litium Motor Listrik dan Cara Mengatasinya

Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menyumbang Rp11,78 triliun, sedangkan sektor perdagangan dan reparasi mencatat Rp4,86 triliun.

Sektor tersier yang meliputi jasa, perdagangan, logistik, dan properti mendominasi dengan porsi 57,9% dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Aktivitas komersial di Gading Serpong juga ditandai dengan pembukaan 1.464 bisnis baru sepanjang 2025.

Angka ini mencerminkan tingginya permintaan ruang usaha, khususnya dari sektor ritel, kuliner, layanan profesional, dan bisnis berbasis kunjungan langsung.

Siklus Alami Pengembangan Properti

Head of Research & Consulting CBRE, Anton Sitorus, menjelaskan bahwa perkembangan kawasan komersial di Gading Serpong merupakan bagian dari siklus alami pengembangan area properti.

"Pertumbuhan ini terbilang normal. Siklus pengembangan properti diawali dengan hunian, kemudian diikuti kantor, ruko, hotel, dan lain-lain," kata Anton.

Wilayah Tangerang, termasuk Serpong dan Gading Serpong, telah lama dikenal sebagai kawasan penyangga Jakarta yang tumbuh pesat.

Perkembangan ini didukung oleh kualitas hunian, rencana pengembangan matang dari pengembang, serta konektivitas kuat dengan wilayah sekitarnya.

"Memang beberapa pengembang di sana memiliki rencana pengembangan yang cukup bagus. Masyarakat juga tahu bahwa daerah barat, seperti Serpong dan sekitarnya, memiliki potensi besar," jelas Anton.

Summarecon Serpong menyiapkan Serpong CBD sebagai pusat aktivitas bisnis baru di kawasan Gading Serpong.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, mengatakan bahwa pelaku usaha masa kini memerlukan lokasi dengan visibilitas tinggi, akses mudah, fasilitas pendukung, serta ruang yang mampu memperkuat identitas merek.