Investor swasta menyiapkan dana sebesar US$ 300 miliar atau sekitar Rp 5.310 triliun untuk investasi di Iran.

Langkah ini bertujuan mendukung kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat.

>>> IMF: Ekonomi Global Tangguh Meski Konflik Timur Tengah Berlangsung Tiga Bulan

Penandatanganan kesepakatan resmi dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang. Lebih dari separuh target dana investasi yang disebut Reconstruction and Development Fund telah siap dialokasikan.

Kesepakatan ini muncul setelah pejabat AS dan Iran mengumumkan penghentian perang pada Minggu lalu. Konflik dipicu oleh serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari.

Pakta perdamaian juga mengatur pembukaan kembali jalur perdagangan minyak dan gas di Selat Hormuz. Blokade ekonomi oleh AS akan dihentikan.

Dana investasi berasal dari sektor swasta di berbagai kawasan, termasuk AS, negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika.

>>> Kapan Harus Mengganti Sepatu Lari? Kenali Tanda Kerusakan dan Risikonya

Tidak ada dana pemerintah atau hibah yang digunakan.

Sektor yang menjadi target investasi meliputi energi, logistik, manufaktur, dan transportasi. Gagasan dana ini muncul setelah Washington menolak tuntutan kompensasi perang Iran sebesar US$ 400 miliar.

Infrastruktur prioritas pemulihan pascakonflik mencakup kompleks baja Mobarakeh, bandara, dan kilang minyak. Iran memiliki cadangan gas alam terbesar kedua dan cadangan minyak terbesar keempat di dunia.

>>> Kylian Mbappe Lewati Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia

Perusahaan dari Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan AS telah menyatakan komitmen pendanaan. Namun, rincian nama perusahaan dan mekanisme pengelolaan dana masih dibahas.