Dana Moneter Internasional (IMF) menilai ekonomi global masih menunjukkan ketahanan di tengah konflik Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.

Pernyataan tersebut disampaikan IMF pada Rabu (17/6/2026). Dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat dan China, masih mencatat pertumbuhan yang kuat.

>>> Kapan Harus Mengganti Sepatu Lari? Kenali Tanda Kerusakan dan Risikonya

Meski demikian, dampak rambatan konflik memicu perbedaan kondisi yang cukup besar antarwilayah.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, bahkan di antara negara maju, ada yang terkena dampak lebih berat.

“Di Afrika, dampak negatifnya terlihat lebih jelas,” ujar Georgieva. Ketidakpastian ekonomi dipicu oleh penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan serta kerusakan infrastruktur di Timur Tengah.

>>> Kylian Mbappe Lewati Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia

Harga minyak dunia saat ini melonjak hingga 30 persen dibandingkan periode sebelum perang. Beberapa negara seperti China memanfaatkan cadangan minyak besar untuk meredam gangguan pasokan energi.

Namun, IMF mencatat bahwa wilayah Eropa, Asia, dan khususnya Afrika menghadapi tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar yang sangat berat.

“Kami akan bekerja sama dengan mereka untuk mengelola guncangan ini dan membatasi dampak negatifnya, terutama bagi kelompok yang rentan.

>>> Yamaha Pajang Skutik Adventure Gear Ultima Kolaborasi Extra Joss di JFK 2026

Komitmen kami kepada negara-negara anggota tetap tidak berubah,” ujar Georgieva.