Krisis pasokan NAND global kini mengancam ketersediaan SSD di pasar retail.

Para produsen memori lebih memprioritaskan sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data, sehingga harga SSD untuk konsumen melonjak tajam.

>>> Kemenag Pastikan Insentif Guru Madrasah Non-ASN Cair Akhir Juni 2026

Wakil Presiden Silicon Motion, Nelson Duann, mengungkapkan bahwa pasar SSD retail umum hampir menghilang pada enam bulan pertama tahun 2026.

Hal ini dikutip dari Gamebrott.

Kondisi ini memaksa sejumlah pabrikan komputer (OEM) besar, seperti Asus, Acer, Dell, dan HP, kesulitan memperoleh pasokan chip penyimpanan langsung dari produsen utama.

>>> Urutan Memakai Ampoule dan Serum yang Benar untuk Wajah

Mereka terpaksa memborong stok SSD dari produsen modul independen yang biasanya menyuplai pasar retail.

Pergeseran ini mendorong produsen modul independen untuk beralih menjadi penyuplai borongan bagi pabrikan laptop besar. Akibatnya, pasokan SSD di pasar retail semakin terbatas.

Meskipun perusahaan pengontrol seperti Silicon Motion tetap meraih keuntungan dari permintaan AI dan server, konsumen retail menjadi pihak yang paling dirugikan.

>>> Samsung Mulai Kembangkan One UI 9.0 untuk Galaxy A56

Kelanjutan krisis ini mengindikasikan bahwa stok SSD retail di e-commerce akan semakin langka dan harganya diprediksi tetap mahal dalam waktu dekat.