Kendal Ascher, eksekutif senior Estée Lauder, meninggal dunia pada usia 56 tahun di apartemen mewahnya. Penyebabnya adalah gagal napas akut setelah menjalani prosedur suntik filler kosmetik.

Laporan pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya emboli paru yang memicu kegagalan napas akut. Kondisi ini terjadi sesaat setelah Ascher menerima suntikan filler.

>>> Daftar Acara Trans TV Kamis, 18 Juni 2026 Ada Film Bioskop Pixels dan Jolt (2021), Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar + Link

Suami korban, William Howe, menceritakan kronologi kejadian. Ia menyaksikan langsung saat pasangannya tiba-tiba lemas di pagi hari ketika berjalan dari kamar mandi menuju kamar.

Ascher sempat mengeluhkan pusing dan terduduk beberapa menit. Denyut nadinya kemudian hilang dengan sangat cepat.

"Ini sungguh sangat menyedihkan. Aku menyaksikannya, itu terjadi seketika.

Penyebabnya adalah hal sekunder," ujar William.

Howe menegaskan bahwa seluruh proses penurunan kesehatan hingga napas terakhir berlangsung sangat singkat. "Semuanya terjadi dalam waktu delapan detik," katanya.

>>> Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 Resmi Bergulir di Samarinda

Karier Panjang di Industri Kecantikan

Kendal Ascher memiliki rekam jejak karier lebih dari 25 tahun di industri kecantikan global.

Ia pertama kali bergabung dengan Estée Lauder pada Juni 1995 sebagai eksekutif akun untuk Aramis Designer Fragrances.

Kariernya berlanjut di Bobbi Brown Cosmetics dari November 1999 hingga Juni 2001. Ascher sempat pindah ke L'Oreal sebagai asisten wakil presiden pemasaran untuk Kiehl's.

Ia kembali ke Estée Lauder pada April 2007.

>>> Steward MotoGP Catalunya 2026 Jatuhkan Penalti untuk Lima Pembalap

Sejak Juli 2021, Ascher menjabat sebagai SVP General Manager untuk wilayah Amerika Utara untuk merek La Mer, Jo Malone, dan Darphin.