Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pemanfaatan compressed natural gas (CNG) dan mini LNG sebagai alternatif substitusi LPG rumah tangga.

Langkah ini bertujuan mengurangi impor LPG dan mewujudkan swasembada energi nasional.

>>> Penguatan Rupiah Kurangi Tekanan BI untuk Naikkan Suku Bunga

Namun, upaya tersebut belum tercermin dalam postur belanja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2027.

Volume LPG subsidi dalam asumsi dasar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2027 masih sama dengan tahun ini, yaitu 8 juta metrik ton.

Upaya menekan konsumsi LPG 3 kg saat ini masih berfokus pada perluasan jaringan gas (jargas) dan pemanfaatan kompor listrik.

>>> Samsung Rilis One UI 8.5 untuk Galaxy F34, Bawa Patch Keamanan Mei 2026

Dalam pagu indikatif Kementerian ESDM, anggaran multiyears sebesar Rp5,2 triliun dialokasikan untuk 959.232 sambungan jargas hingga 2028.

Selain itu, terdapat alokasi anggaran program kompor listrik sebesar Rp815,6 miliar.

>>> Manchester United Dekati Crysencio Summerville pada Bursa Transfer 2026

Dengan demikian, pemanfaatan CNG dan mini LNG sebagai substitusi LPG rumah tangga belum menjadi prioritas dalam anggaran pemerintah saat ini.