Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat untuk tidak meninggalkan benda-benda yang mudah terbakar di dalam kendaraan selama musim panas.

Langkah pencegahan ini disosialisasikan seiring dengan lonjakan suhu udara di berbagai wilayah Kerajaan. Kondisi ekstrem tersebut berpotensi memicu insiden kebakaran serta mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda.

>>> Meta Fokus Komersialisasi AI demi Pacu Keuntungan Finansial

Otoritas terkait meminta para pengendara mobil memastikan tidak ada barang-barang tertentu yang tertinggal di dalam kabin, terutama yang rentan meledak akibat paparan panas dalam durasi lama.

Barang yang Dilarang Ditinggalkan di Mobil

Beberapa jenis benda yang dilarang ditinggalkan di dalam mobil meliputi power bank, baterai telepon genggam, korek api, tabung gas portabel, parfum, serta cairan pembersih tangan berbahan alkohol.

Pihak Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil menjelaskan bahwa temperatur tinggi di dalam kendaraan yang terparkir memicu peningkatan tekanan pada benda-benda tersebut.

Proses ini dapat menghasilkan percikan api hingga ledakan.

Kepatuhan terhadap pedoman keselamatan pencegahan dinilai sangat krusial demi menekan risiko kecelakaan yang diakibatkan oleh cuaca panas ekstrem.

>>> Omoway Indonesia Catat Pemesanan 2.000 Unit Skuter Listrik Omo X

Masyarakat juga diminta untuk aktif memantau pedoman dan instruksi keselamatan yang disebarkan melalui media resmi maupun akun jejaring sosial milik pemerintah setempat.

Suhu udara pada musim panas di Arab Saudi dikenal dapat mencapai level yang sangat tinggi, khususnya pada siang hari.

Hal ini membuat ruang kabin mobil yang terparkir menjadi jauh lebih panas daripada suhu di luar.

Warga diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat jika mendapati adanya insiden kebakaran atau situasi berbahaya lainnya.

Nomor darurat 911 dapat dihubungi oleh masyarakat yang berada di wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan Provinsi Timur.

>>> Pesawat Bomber B-52 AS Jatuh di California, Delapan Tewas

Sementara itu, warga di wilayah lainnya dapat meminta bantuan melalui nomor 998.