Semangat beribadah tidak perlu mereda setelah Ramadan berlalu. Dalam Islam, terdapat puasa sunnah yang sangat istimewa, yaitu puasa di bulan Muharram.

Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan. Hadis riwayat Muslim menegaskan bahwa puasa paling utama setelah puasa wajib adalah puasa di bulan Allah, Muharram.

>>> Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan menjauhi maksiat dan memperbanyak amal saleh.

Rasulullah SAW menjuluki Muharram sebagai Syahrullah atau 'bulan Allah'. Sebutan ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan besar bulan tersebut dibanding bulan lainnya.

>>> Hasil Piala Dunia 14 Juni 2026: Brasil Ditahan Maroko, Qatar Tahan Swiss

Amalan Unggulan: Puasa Asyura dan Tasu'a

Puasa Asyura pada 10 Muharram menjadi amalan utama. Puasa ini berkaitan dengan sejarah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari Fir'aun.

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Selain itu, dianjurkan pula Puasa Tasu'a pada 9 Muharram sebagai pembeda dari tradisi kaum Yahudi.

Estimasi Jadwal Puasa Muharram 2026

Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H, 1 Muharram diperkirakan jatuh pada 16 Juni 2026. Puasa Tasu'a dapat dilaksanakan pada 24 Juni 2026, dan Puasa Asyura pada 25 Juni 2026.

>>> Pelarangan Bahan Tambahan Rokok Dinilai Hambat Inovasi dan Picu Peredaran Produk Ilegal

Bulan Muharram menjadi momentum untuk menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan. Selain puasa, umat Muslim dianjurkan memperbanyak istigfar, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan amal kebajikan lainnya.