Puasa Senin Kamis merupakan ibadah sunnah yang banyak diamalkan umat Islam. Amalan ini meneladani kebiasaan Rasulullah SAW dan menjadi sarana memperkuat spiritualitas serta melatih kesabaran.

Menjelang Juni 2026, umat Islam mulai mencari jadwal lengkap beserta bacaan niat agar persiapan ibadah maksimal. Informasi ini penting untuk menjalankan puasa sunnah dengan tepat.

>>> Proses Balancing Bisa Atasi Penurunan Jarak Tempuh Mobil Listrik

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Ibadah ini memiliki dasar hukum kuat dalam hadis Nabi SAW. Usamah bin Zaid RA menanyakan alasan Rasulullah SAW rajin berpuasa pada hari Senin dan Kamis.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah SWT pada kedua hari tersebut. Beliau bersabda, "Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan kepada Rabb semesta alam.

Aku senang ketika amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa." (HR An-Nasa'i)

Hari Senin juga memiliki arti emosional bagi Rasulullah SAW. Berdasarkan buku The Miracle of Puasa Senin Kamis, beliau lahir dan menerima wahyu pertama pada hari Senin.

Para ulama memandang puasa sunnah ini sebagai metode efektif mendidik jiwa. Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menyebut konsistensi puasa sunnah melatih ketakwaan, kesabaran, dan kontrol nafsu.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu' menguraikan bahwa amalan ini sangat dianjurkan untuk melengkapi kekurangan ibadah wajib.

Keutamaannya antara lain menjadi momen pelaporan amal, wujud ittiba' kepada Rasulullah, melatih kedisiplinan, meningkatkan keintiman dengan Allah, dan menyempurnakan ibadah wajib.

Bacaan Niat Puasa Senin dan Kamis

Umat Islam dianjurkan melafalkan niat sebelum memulai puasa. Berikut bacaan niat untuk hari Senin: "Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."