Puasa Asyura merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Umat Islam yang hendak menjalankannya perlu membaca niat sebelum memulai puasa.

Dikutip dari NU Online, puasa sunnah di bulan Muharram memiliki pahala besar. Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan ini sebagai yang paling utama setelah Ramadhan.

in1

>>> Kejagung: Perburuan Aset Eddy Tansil Belum Selesai

Puasa Asyura juga memiliki keutamaan dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim: "Puasa Asyura dapat meleburkan dosa di tahun yang lalu."

Anjuran puasa Asyura terdapat dalam hadis dari Ibnu Abbas ra.

Saat di Madinah, Nabi SAW melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura karena Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun.

Nabi SAW bersabda: "Akulah yang lebih utama terhadap Musa dibanding mereka." Beliau pun berpuasa dan memerintahkan umatnya.

>>> Panduan Lengkap Cek Desil Bansos Kemensos 2026, dari Desil 1 hingga 10

Tahun ini, 10 Muharram 1448 H jatuh pada 25 Juni 2026. Penetapan ini berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama RI yang menetapkan 1 Muharram pada 16 Juni 2026.

Niat Puasa Asyura

Berikut bacaan niat puasa Asyura 10 Muharram: "Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ." Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt."

Doa Buka Puasa Asyura

Doa buka puasa Asyura sama dengan puasa lainnya. Berdasarkan NU Online, bacaannya: "Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah."

Artinya: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah dan semoga pahala telah ditetapkan insya Allah." (HR.

>>> 3 Pemain yang Sukses Cetak Rekor Gol Termuda dan Tertua di Piala Dunia

Abu Daud no. 2357)