Selama ini, kamu mungkin menganggap sikap cemburu dan perhatian berlebih sebagai tanda sayang. Namun, hati-hati, itu bisa jadi wujud pasangan posesif.

Jika perilaku tersebut berulang dan membuatmu merasa diawasi, dibatasi, atau takut mengambil keputusan, ini bisa menjadi bagian dari kontrol dalam hubungan.

in1

>>> Kemensos dan TNI Godok Skema Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Menurut CDC, hal ini termasuk kekerasan dalam hubungan romantis.

Bentuknya bisa berupa kekerasan seksual, penguntitan, hingga agresi psikologis. Berikut tujuh ciri pasangan posesif yang perlu diwaspadai.

1. Cemburu Berlebihan dan Curiga Terus-Menerus

Cemburu sesekali mungkin wajar.

Namun, jika pasangan terus curiga tanpa alasan jelas, menuduh selingkuh, atau selalu meminta pembuktian, ini tanda hubungan tidak sehat.

Studi di Partner Abuse menyebut kecemburuan berlebihan berkaitan dengan rendahnya kepercayaan dan kecemasan akan keterikatan.

2. Mengontrol Aktivitas dan Pergaulan

Pasangan posesif ingin tahu semua hal yang kamu lakukan: pergi dengan siapa, pulang jam berapa, boleh bertemu siapa, hingga kegiatan apa yang boleh dilakukan.

Awalnya terlihat seperti perhatian, tapi jika berubah menjadi aturan yang membatasi kebebasan, itu sudah masuk pola kontrol.

3. Memantau Ponsel, Media Sosial, dan Lokasi

Salah satu bentuk posesif adalah kontrol lewat ponsel. Pasangan bisa meminta akses kata sandi, membuka chat tanpa izin, atau menuntut berbagi lokasi setiap saat.

Penelitian menunjukkan akses ponsel dalam hubungan sering dianggap simbol kepercayaan, tapi seharusnya berdasarkan kesepakatan, bukan paksaan.

>>> Dokter Tifa Batalkan Praperadilan Usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan

4. Terisolasi dari Teman atau Keluarga

Pasangan posesif bisa membuatmu perlahan menjauh dari lingkungan sosial. Caranya halus, seperti menyindir temanmu atau membuatmu merasa bersalah saat keluar.