Pakistan, yang bertindak sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran, menegaskan bahwa isu rudal balistik tidak termasuk dalam pembicaraan maupun nota kesepahaman (MoU) kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam konferensi pers bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Islamabad pada Selasa (23/6).

in1

>>> Bakom Bantah Tudingan Pemerintah Kondisikan Demo Pro MBG

"Rudal balistik tidak pernah dibahas dalam pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat, dan tidak ada dalam agenda negosiasi, juga tidak tercantum dalam MoU sama sekali," kata Sharif, dikutip dari media pemerintah Iran, IRNA.

Ia menambahkan, "Tidak ada keraguan soal itu."

Pezeshkian juga menegaskan hal serupa. "Tidak ada negosiasi dan tidak ada negosiasi mengenai kemampuan rudal balistik Iran," ujarnya, dikutip Tasnim News Agency.

>>> Prabowo Cerita Temui Aburizal Bakrie Minta RI Tak Impor Beras Saat Panen

Meski demikian, Pezeshkian menyatakan Iran tidak begitu saja percaya kepada AS berdasarkan pengalaman diplomatik sebelumnya. Namun, Teheran tetap berkomitmen terhadap proses negosiasi.

Isu rudal Iran menjadi perhatian serius bagi AS dan Israel, yang kerap dijadikan dalih untuk menekan Iran.

Kunjungan Pezeshkian ke Pakistan dilakukan setelah Iran dan AS menggelar negosiasi lanjutan pasca-penandatanganan MoU.

>>> Jadwal Siaran Langsung Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026

Perundingan tersebut menghasilkan beberapa poin, antara lain AS bersedia mencairkan aset Iran yang dibekukan senilai S$12 miliar (sekitar Rp214 triliun), Iran diizinkan mengekspor minyak mentah, serta pembentukan kelompok kerja untuk memantau implementasi MoU.