Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengamuk setelah Senat yang mayoritas diisi politikus Partai Republik justru mendukung resolusi Dewan Perwakilan untuk memaksanya menghentikan perang di Iran.

Dalam unggahan di Truth Social pada Selasa (23/6), Trump menilai upayanya membuat Iran tunduk kepada AS untuk pertama kalinya dirusak oleh voting War Powers Act yang membatasi kewenangannya soal perang di Iran.

in1

>>> Cek Penerima PIP 2026: Panduan Lengkap Status Bantuan Pendidikan

"Saya sudah membuat Iran berada di ujung tanduk, siap menyerah, bersedia memberikan hampir apa pun yang kami minta, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, mereka benar-benar menghormati Amerika Serikat dan Presidennya, SAYA," ucap Trump.

Namun, Senat AS justru memutuskan menggelar pemungutan suara terkait War Powers Act yang menurutnya tidak tepat waktu dan tidak berarti.

"Pemungutan suara itu pada dasarnya memberi tahu negara sponsor terorisme nomor satu di dunia bahwa Amerika Serikat tidak menyukai apa yang sedang saya lakukan terhadap mereka dan bahwa saya harus menghentikannya," paparnya.

Ucapan Trump muncul menyusul keputusan Senat mendukung resolusi kekuasaan perang yang telah disahkan DPR bulan ini dengan suara 50-48.

Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran Kongres, termasuk anggota Partai Republik, tentang perang di Iran.

Ini merupakan pertama kalinya dua kamar di Kongres mengesahkan resolusi yang mengarahkan Presiden AS untuk menarik pasukan militernya dari perang sejak Resolusi Kekuasaan Perang diberlakukan pada 1973.

Meski hanya bersifat simbolis, pemungutan suara tersebut merupakan kemunduran bagi Trump yang selama ini selalu mendapat dukungan dari anggota Partai Republik di Kongres.

Dalam unggahannya, Trump mengolok-olok enam politikus Partai Republik yang dicapnya "membelot" karena mendukung resolusi DPR AS. "Dengan melakukan hal tersebut, mereka justru memberikan bantuan dan dukungan kepada musuh.